Investment Grade RI Tetap Aman di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Investment Grade RI Tetap Aman di Tengah Gejolak Ekonomi Global

JAKARTA – Pemerintah melalui Wamenkeu memastikan status investment grade RI tetap berada pada posisi aman meski kondisi ekonomi global sedang menghadapi tekanan hebat.

Stabilitas ekonomi nasional saat ini menjadi sorotan utama mengingat banyaknya negara berkembang yang mulai goyah akibat kenaikan suku bunga internasional.

"Indonesia masih dinilai sebagai tujuan investasi yang menarik dengan peringkat investment grade yang stabil dari berbagai lembaga pemeringkat internasional," ujar Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, sebagaimana dilansir dari antaranews.com, Selasa (21/4/2026).

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga defisit anggaran di bawah angka 3% guna memastikan keberlanjutan fiskal jangka panjang tetap terkendali.

Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa kredibilitas kebijakan fiskal dan moneter yang selaras menjadi kunci utama dalam meredam dampak negatif dari volatilitas nilai tukar rupiah.

Lembaga pemeringkat dunia seperti Moody’s dan S&P masih menempatkan Indonesia pada level yang menunjukkan kemampuan bayar utang yang sangat solid.

"Hal ini mencerminkan kepercayaan pasar terhadap fundamental ekonomi kita yang kuat dan pengelolaan APBN yang sangat pruden," kata Thomas, dikutip dari antaranews.com, Selasa (21/4/2026).

Diversifikasi sumber pendanaan serta pengelolaan profil jatuh tempo utang yang terencana membantu pemerintah memitigasi risiko refinansial di masa mendatang.

Pemerintah memprediksi bahwa arus modal masuk akan terus mengalir seiring dengan berlanjutnya reformasi struktural di berbagai sektor industri strategis nasional.

Ketangguhan konsumsi rumah tangga juga berperan besar dalam menjaga pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran 5% sepanjang tahun berjalan ini.

Stabilitas harga pangan dan energi di pasar domestik terus diupayakan melalui berbagai skema subsidi yang tepat sasaran bagi masyarakat menengah ke bawah.

Thomas berpendapat bahwa kolaborasi antara otoritas fiskal dan moneter merupakan benteng pertahanan utama dalam menghadapi potensi pelarian modal asing secara mendadak.

Upaya ini diharapkan dapat mempertahankan daya tarik obligasi negara sebagai instrumen investasi yang aman bagi para pemodal besar maupun ritel.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index