JAKARTA - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menghadapi tren meningkatnya permintaan emas dengan langkah antisipatif.
Perseroan memastikan stok emas dari supplier berada dalam kondisi memadai, sekaligus mengedukasi nasabah agar investasi dilakukan bertahap dan berorientasi jangka panjang.
Dengan layanan digital melalui superapps BYOND, BSI mempermudah pembelian emas secara real-time, menjaga keamanan dan kenyamanan transaksi, seiring harga emas yang terus naik signifikan.
Antisipasi Stok dan Kesiapan BSI
Direktur Sales and Distribution BSI, Anton Sukarna, menegaskan bahwa perseroan selalu menyiapkan stok emas yang memadai.
“Dalam kondisi apapun, BSI selalu melakukan antisipasi atas ketersediaan stok yang memadai dari para supplier serta pengelolaan inventory management yang baik,” ujar Anton.
Perseroan menilai tren permintaan emas akan terus meningkat, terutama akibat ketidakpastian global, termasuk ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada harga logam mulia. Oleh karena itu, kesiapan stok menjadi strategi penting untuk memastikan kebutuhan investasi nasabah tetap terpenuhi.
Tren Harga Emas dan Minat Nasabah
Harga emas menunjukkan tren peningkatan signifikan, dengan kenaikan lebih dari 50 persen dalam satu tahun terakhir. Pada Rabu (4/3), harga emas Antam tercatat sebesar Rp3.045.000 per gram berdasarkan laman Logam Mulia.
Minat nasabah terhadap layanan emas BSI bahkan melampaui ekspektasi, karena emas tidak hanya aman sebagai instrumen investasi, tetapi juga sesuai dengan prinsip syariah.
Tren ini mendorong pertumbuhan bisnis bullion bank BSI, terlihat dari kenaikan jumlah nasabah hingga 44 persen pada Januari–Februari 2026, sementara penjualan emas mencapai 58 persen dari total penjualan sepanjang 2025.
Kolaborasi dengan Supplier dan Manajemen Inventory
Untuk menghadapi permintaan yang meningkat, BSI bekerja sama dengan beberapa supplier emas terpercaya. Perseroan tidak menutup kemungkinan menambah supplier di masa depan dengan kajian risiko yang matang. Sistem manajemen inventory yang baik memastikan ketersediaan emas di seluruh jaringan BSI tetap optimal.
Pendekatan ini memungkinkan BSI menghadirkan produk emas yang aman, transparan, dan mudah diakses nasabah, baik untuk pembelian maupun pencetakan fisik emas melalui cabang.
Kemudahan Transaksi melalui Superapps BYOND
Salah satu kemudahan utama yang ditawarkan BSI adalah pembelian emas secara real-time melalui superapps BYOND. Nasabah dapat membeli emas mulai dari Rp50.000, melakukan transfer saldo emas (gramase) ke sesama rekening BSI Emas, dan mencetak emas sesuai kebutuhan.
Proses pencetakan emas dapat diajukan langsung melalui aplikasi, dengan pengambilan di cabang yang telah dipilih. Fasilitas ini mempermudah nasabah untuk berinvestasi emas secara fleksibel dan aman tanpa harus datang berulang ke cabang.
Edukasi dan Investasi Bertahap
Anton Sukarna menekankan pentingnya edukasi bagi nasabah agar investasi emas dilakukan bertahap dan berorientasi jangka panjang. Strategi ini membantu nasabah mengelola risiko harga emas yang fluktuatif, sekaligus menumbuhkan budaya menabung dan investasi syariah yang sehat.
Dengan pendekatan edukatif ini, BSI memastikan nasabah memahami manfaat dan risiko emas, serta bagaimana memaksimalkan keuntungan dari investasi jangka panjang.
Dampak Kondisi Global terhadap Permintaan Emas
Ketegangan di Timur Tengah memicu kenaikan harga emas secara global, sehingga permintaan dari masyarakat ikut meningkat. Fenomena ini memberikan multiplier effect pada bisnis bullion bank BSI, mendorong pertumbuhan nasabah dan penjualan emas.
Dengan antisipasi stok yang memadai dan sistem pengelolaan inventory yang baik, BSI mampu menjaga ketersediaan emas meski permintaan meningkat signifikan.
Investasi Emas Syariah yang Aman dan Praktis
Emas BSI menjadi pilihan investasi yang sesuai prinsip syariah, karena selain aman, juga mudah diakses melalui aplikasi. Pembelian dapat dilakukan kapan saja dengan modal kecil, transfer antarrekening emas dapat dilakukan secara real-time, dan pencetakan fisik emas bisa diambil di cabang yang ditentukan.
Kemudahan ini membuat nasabah tidak hanya dapat berinvestasi dengan aman, tetapi juga fleksibel menyesuaikan kebutuhan finansial, baik untuk tabungan jangka panjang maupun persiapan menghadapi situasi ekonomi yang tidak menentu.
Permintaan emas yang meningkat menjadi peluang sekaligus tantangan bagi BSI. Perseroan memastikan ketersediaan stok aman melalui kerja sama supplier dan manajemen inventory yang baik, sekaligus menyediakan kemudahan pembelian melalui superapps BYOND.
Dengan edukasi investasi bertahap dan layanan digital yang aman, nasabah dapat membeli, mentransfer, atau mencetak emas sesuai kebutuhan. BSI tetap menjaga kesiapan menghadapi tren harga emas yang terus meningkat, sekaligus mendukung pertumbuhan investasi syariah di Indonesia.
Melalui strategi ini, BSI menegaskan posisinya sebagai bullion bank yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memastikan setiap nasabah dapat melakukan investasi emas dengan aman, praktis, dan berorientasi jangka panjang.