JAKARTA - Berikut jadwal lengkap dan rute perjalanan kapal penumpang KM Tidar milik PT PELNI yang telah dirilis untuk periode Februari hingga Maret 2026, mencakup beberapa voyage (perjalanan) dengan tujuan dan tanggal tiba-berangkat di berbagai pelabuhan utama di Indonesia. Informasi ini bersumber dari emplooi resmi Pelni yang dipublikasikan pada 9 Februari 2026 yang memuat penjadwalan Voyage 04, 05, dan 06 tahun ini.
Rute Rangkaian Perjalanan yang Dilayani KM Tidar
PT PELNI menerbitkan emplooi pengoperasian KM Tidar untuk tiga periode pelayaran pada awal tahun ini yang mencakup rute panjang antarpelabuhan besar di Indonesia, termasuk Kijang, Tanjung Priok (Jakarta), Surabaya, Makassar, serta kota-kota di wilayah timur seperti Maumere, Larantuka, Lewoleba, dan Kupang. Line lintasan rute ini terhubung dalam satu loop besar yang kembali ke pelabuhan asal sehingga memberikan opsi perjalanan laut jarak jauh bagi penumpang.
Pengingat Jadwal Bisa Berubah
Menurut emplooi resmi tersebut, jadwal kapal KM Tidar bersifat tentatif dan dapat berubah mengikuti kondisi operasional di lapangan. Penumpang diimbau untuk selalu melakukan konfirmasi ulang melalui kanal resmi PT PELNI atau Contact Center 162 sebelum keberangkatan.
Voyage 04.2026: 12 Februari – 3 Maret 2026
Periode Voyage 04.2026 dimulai dari Kijang pada 12 Februari 2026 pukul 04.00 dan berakhir kembali di Kijang pada 3 Maret 2026 pukul 00.01. Sepanjang perjalanan, kapal singgah di berbagai pelabuhan laut besar sebagai berikut:
• Tanjung Priok (Jakarta) – tiba 13 Februari 18.00, berangkat 14 Februari 07.00
• Surabaya – tiba 15 Februari 12.00, berangkat 15 Februari 16.00
• Makassar – tiba 17 Februari 00.01, berangkat 17 Februari 03.00
• Bau-Bau, Maumere, Larantuka, Lewoleba, Kupang, dan kembali berulang ke beberapa pelabuhan timur, lalu kembali melewati Makassar, Surabaya, hingga akhirnya tiba di Kijang.
Jalur ini menampilkan banyak stopover sehingga memberikan peluang mobilitas antarwilayah, terutama antar wilayah barat dan timur Indonesia, bagi penumpang yang ingin merencanakan perjalanan laut dengan jadwal yang telah ditentukan.
Voyage 05.2026: 3 – 16 Maret 2026
Setelah menyelesaikan Voyage 04, KM Tidar langsung memulai Voyage 05 dengan rute serupa. Kapal berangkat dari Kijang 3 Maret 2026 pukul 04.00 dan singgah di pelabuhan utama:
• Tanjung Priok (Jakarta) – 4 Maret 14.00 – 22.00
• Surabaya – 6 Maret 03.00 – 07.00
• Makassar – 7 Maret 15.00 – 18.00
• Kupang, serta pelabuhan lain di Nusa Tenggara Timur sebelum kembali ke Kijang pada 16 Maret 2026 pukul 22.00.
Periode Voyage 05 ini mengikuti alur perjalanan timur-barat dengan pola singgah yang serupa, serta memberikan waktu transit cukup di setiap pelabuhan untuk turun dan naik penumpang.
Voyage 06.2026: 16 – 31 Maret 2026
Tidak berhenti di situ, KM Tidar kembali melakukan pelayaran Voyage 06 setelah tiba di Kijang. Untuk periode ini, kapal mulai lagi dari 16 Maret 2026 pukul 22.00 dan singgah di pelabuhan besar seperti:
• Tanjung Priok (Jakarta) – 18 Maret 14.00 – 01.00
• Surabaya – 20 Maret 06.00 – 09.00
• Makassar, Bau-Bau, Maumere, Lewoleba, Kupang serta berbagai pelabuhan lain di perjalanan, sebelum kembali ke Kijang pada 31 Maret 2026 pukul 00.01.
Voyage 06 merupakan jadwal akhir dari tiga rangkaian pelayaran yang diumumkan untuk periode dua bulan ini dan menunjukkan kontinuitas operasional kapal penumpang negara yang menghubungkan wilayah Indonesia dari barat sampai timur laut laut.
Manfaat Rute Lengkap bagi Penumpang
Rangkaian jadwal seperti ini memungkinkan warga dari berbagai daerah untuk melakukan perjalanan laut jarak jauh dengan lebih terencana. Dalam era di mana konektivitas antarpulau menjadi penting, jadwal yang terstruktur dapat membantu masyarakat merencanakan mobilitas baik untuk kebutuhan pribadi, bisnis, atau kunjungan keluarga.
Penumpang yang ingin menggunakan layanan KM Tidar disarankan untuk memantau pembaruan jadwal secara berkala karena kondisi operasional pelayaran laut bisa berubah karena cuaca, kapasitas pelabuhan, atau penyesuaian rute dari operator.
Dengan demikian, rute pelayaran yang telah ditetapkan hingga akhir Maret 2026 ini menunjukkan upaya Pelni dalam menjaga konektivitas antarwilayah melalui transportasi laut yang terjadwal dan terencana.