KERETA API

Pemerintah Sumsel Yakin Empat Flyover Perlintasan Kereta Api Rampung 2027 dengan Dampak Besar

Pemerintah Sumsel Yakin Empat Flyover Perlintasan Kereta Api Rampung 2027 dengan Dampak Besar

JAKARTA - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menunjukkan tekad kuat menyelesaikan pembangunan empat flyover atau jalan layang di sejumlah titik perlintasan kereta api aktif paling lambat pada tahun 2027. Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar soal konstruksi, tetapi merupakan bagian dari strategi besar untuk menyeimbangkan antara aktivitas ekonomi besar di sektor energi dengan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat setiap hari. Tekad ini muncul di tengah upaya pemerintah daerah untuk merespons dinamika ekonomi sekaligus kebutuhan dasar pelayanan publik.

Sinergi Industri Energi dan Mobilitas Publik
Proyek ini mendapat sorotan bukan hanya karena besarnya skala konstruksi, tetapi juga karena dampaknya terhadap sektor energi di Sumatera Selatan yang merupakan salah satu tulang punggung logistik batu bara nasional. Flyover dirancang untuk menyesuaikan alur operasional Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang saat ini menjadi tulang punggung distribusi energi dari daerah produksi ke pelabuhan dan pabrik-pabrik besar. Dengan desain yang sesuai, arus kereta logistik dapat berjalan tanpa harus mengganggu kendaraan umum yang melintas di jalan-jalan utama.

Deru mengatakan bahwa pembaruan penataan angkutan batu bara akan membuat permintaan angkutan semakin tinggi. Namun tanpa penataan yang terintegrasi antara rel dan jalan umum, ketidaknyamanan masyarakat akan terus meningkat. Oleh karena itu, kolaborasi antarinstansi pemerintah, BUMN, serta pemangku kepentingan industri menjadi kunci agar proyek berjalan efisien dan memberi manfaat bagi semua pihak.

Groundbreaking dan Target Operasional
Gubernur Sumsel berharap proses groundbreaking atau peletakan batu pertama untuk proyek flyover bisa segera dilaksanakan sebagai bentuk nyata dari komitmen dan kesiapan pemerintah dalam melayani kebutuhan publik. Menurutnya, nilai penting dari proyek infrastruktur ini tak hanya pada penyelesaian konstruksi, tetapi juga pada pemberian kepastian waktu kepada masyarakat dan pelaku usaha tentang ketersediaan fasilitas yang akan mengubah wajah mobilitas di Sumsel.

Deru menegaskan bahwa keempat flyover tersebut direncanakan bisa beroperasi penuh pada tahun 2027. Ini merupakan jaminan bahwa dalam kurun waktu yang ditetapkan, hambatan kemacetan yang selama ini sering terjadi di titik perlintasan kereta api aktif akan teratasi. Kecepatan penyelesaian ini, menurut Deru, akan mencerminkan keberhasilan pemprov dalam merencanakan proyek jangka panjang yang menyentuh aspek perekonomian, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat.

Keselamatan Lalu Lintas dan Risiko Kecelakaan
Salah satu aspek yang sangat ditekankan dalam pembangunan flyover ini adalah keselamatan masyarakat. Perlintasan sebidang kereta api selama ini dikenal sebagai titik rawan terjadinya insiden dan kecelakaan antara kendaraan dan kereta api, terutama di wilayah dengan arus lalu lintas tinggi. Dengan memisahkan jalur kendaraan umum dan rel kereta, risiko kecelakaan dapat diminimalisasi secara signifikan, sesuai dengan standar keselamatan yang lebih tinggi dan modern.

Pemisahan fisik ini bukan hanya akan mengurangi potensi tabrakan, tetapi juga membuat perjalanan kereta api khususnya yang beroperasi dengan beban panjang seperti Babaranjang menjadi lebih lancar, tanpa gangguan yang biasanya terjadi karena kendaraan yang terjebak antrean di perlintasan. Dengan demikian, fasilitas ini diharapkan menjadi kontribusi nyata bagi upaya menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan efisiensi layanan transportasi umum.

Implikasi Jangka Panjang bagi Sumsel
Jika proyek empat flyover ini berjalan sesuai rencana dan selesai pada 2027, implikasi jangka panjangnya diperkirakan akan dirasakan secara luas, baik dalam aspek ekonomi maupun sosial. Distribusi barang dan material terutama batu bara yang merupakan komoditas utama di Sumsel akan menjadi lebih cepat dan lancar, sementara masyarakat umum akan menikmati akses jalan yang lebih aman dan lebih sedikit kemacetan di sekitar rel kereta.

Selain itu, percepatan pembangunan ini menjadi simbol bahwa pemerintah daerah serius dalam merancang infrastruktur yang modern dan responsif terhadap kebutuhan zaman. Dengan kerja sama yang solid antarinstansi dan sektor industri, Sumatera Selatan berpeluang menjadi model bagi provinsi lain dalam menangani tantangan perlintasan kereta api aktif yang saling bersinggungan dengan arus mobilitas masyarakat.

Dengan pendekatan yang strategis dan berorientasi masa depan, proyek flyover ini tidak hanya akan menjadi jembatan fisik di atas rel kereta, tetapi juga jembatan penghubung antara pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Sumsel.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index