Baju

Cheongsam Tahun Kuda Api Laris, Pasar Gede Solo Diserbu Pembeli

Cheongsam Tahun Kuda Api Laris, Pasar Gede Solo Diserbu Pembeli
Cheongsam Tahun Kuda Api Laris, Pasar Gede Solo Diserbu Pembeli

JAKARTA - Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek, denyut belanja warga mulai terasa di sejumlah sudut Kota Solo. Meski hari H masih sekitar tiga pekan lagi, suasana pasar tradisional sudah menunjukkan geliat yang berbeda. Toko-toko pernak-pernik dan busana khas Imlek di Pasar Gede mulai ramai didatangi pembeli yang ingin bersiap lebih awal, terutama untuk kebutuhan acara keluarga maupun kegiatan di sekolah dan kantor.

Salah satu yang paling diburu adalah baju cheongsam, pakaian tradisional Cina yang identik dengan perayaan Imlek. Busana ini bukan sekadar tren tahunan, melainkan bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa saat berkunjung ke sanak saudara. Menariknya, cheongsam Tahun Kuda Api tahun ini disebut lebih cepat laris, bahkan peminatnya tidak hanya dari warga keturunan Tionghoa, tetapi juga masyarakat umum dari Solo hingga luar kota.

Imlek Masih Tiga Pekan, Animo Belanja di Pasar Gede Naik

Menjelang Tahun Baru Imlek, masyarakat Tionghoa di Solo mulai berburu pernak pernik ke toko-toko di Pasar Gede. Meski Imlek masih 3 pekan lagi, namun animo pembeli mulai meningkat.

Peningkatan ini menunjukkan bahwa warga memilih tidak menunggu mendekati hari raya. Selain ingin lebih tenang memilih barang, sebagian pembeli juga ingin memastikan stok masih tersedia. Situasi ini membuat pedagang mulai menata dagangan lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya, terutama untuk produk yang selalu jadi incaran.

Di antara berbagai pernak-pernik, pakaian khas Imlek menjadi salah satu kategori yang paling dicari. Cheongsam muncul sebagai favorit karena dianggap paling mewakili suasana perayaan dan biasanya dipakai saat acara keluarga maupun kunjungan ke rumah kerabat.

Cheongsam Jadi Pakaian Wajib Saat Tradisi Imlek

Salah satu produk yang diburu warga adalah baju cheongsam yakni jenis pakaian tradisional Cina yang menjadi adat dalam perayaan tahun baru Imlek untuk mengunjungi sanak keluarga.

Cheongsam selama ini dikenal sebagai busana yang sarat makna budaya. Selain menonjolkan ciri khas desain tradisional, cheongsam juga sering diasosiasikan dengan suasana meriah, penuh harapan, serta keberuntungan yang menjadi semangat Imlek. Karena itu, banyak keluarga memilih mengenakannya agar momen kumpul bersama terasa lebih spesial.

Tidak sedikit pula yang membeli cheongsam untuk kebutuhan acara komunitas, kegiatan sekolah, atau perayaan di tempat kerja. Inilah yang membuat permintaan cenderung naik menjelang Imlek, bahkan jauh sebelum hari rayanya tiba.

Pedagang Mulai Display Awal Januari, Penjualan Capai 1 Kodi per Hari

Salah satu pedagang pakaian cheongsam, Nonik Handayani menyebut baju cheongsam Tahun Kuda Api mulai diburu pembeli sejak awal Januari. Pakaian dengan ciri khas warna merah dengan krah berdiri banyak dibeli karena tahun ini sekolah, kantor dan perbankan ikut berpartisipasi dalam perayaan Imlek. Penjualan meningkat meski belum signifikan yakni1 kodi atau 20 potong per hari.

Dari keterangan pedagang, terlihat bahwa tren pembelian lebih awal dipengaruhi kekhawatiran pembeli terhadap ketersediaan barang. Mereka tidak ingin menunggu hingga pasar ramai, karena takut stok habis atau pilihan ukuran terbatas. Sementara itu, keterlibatan sekolah, kantor, dan perbankan dalam perayaan Imlek turut membuat permintaan semakin luas.

Meski penjualan belum disebut signifikan, angka 1 kodi per hari tetap menjadi sinyal bahwa cheongsam Tahun Kuda Api mulai mencuri perhatian sejak awal tahun.

Tak Hanya Warga Tionghoa, Pembeli dari Luar Kota Ikut Berburu

Uniknya, tidak hanya warga keturunan Tionghoa saja, masyarakat umum dari Solo bahkan luar kota seperti Yogyakarta dan Semarang ikut berburu baju cheongsam.

Fenomena ini memperlihatkan perubahan menarik dalam tren busana Imlek. Cheongsam kini tidak hanya dianggap pakaian tradisi etnis tertentu, tetapi sudah menjadi bagian dari perayaan yang lebih luas dan diterima berbagai kalangan. Banyak orang membeli cheongsam karena ingin ikut merasakan suasana Imlek, menghadiri acara, atau sekadar tampil berbeda dalam perayaan.

Pembeli dari luar kota juga menandakan bahwa Pasar Gede masih menjadi salah satu pusat belanja Imlek yang cukup terkenal, sehingga orang rela datang dari daerah sekitar untuk mencari busana maupun aksesori khas perayaan tersebut.

Harga Mulai Rp60 Ribu, Pernak-pernik Imlek Ikut Laris

Baju cheongsam ini dibanderol mulai Rp 60 ribu hingga Rp 400 ribu. Sedangkan untuk cheongsam pria berupa kemeja Rp 150 ribu. Pernak pernik lainnya seperti topi Cina seharga Rp 65 ribu – Rp 150 ribu dan pita Rp 35 ribu juga laris manis.

Rentang harga yang beragam membuat cheongsam bisa dijangkau banyak kalangan. Mulai dari model sederhana untuk kebutuhan keluarga, hingga cheongsam dengan kualitas lebih tinggi yang biasanya dipakai untuk acara resmi atau pentas seni. Pilihan untuk pria juga tersedia dalam bentuk kemeja, sehingga keluarga bisa tampil serasi saat merayakan Imlek bersama.

Selain pakaian, aksesori pelengkap seperti topi Cina dan pita juga ikut diburu. Ini menandakan pembeli tidak hanya mencari busana, tetapi juga ingin tampil total dengan nuansa Imlek yang kuat.

Pembeli: Cheongsam Jadi Tradisi Tahunan Keluarga dan Sekolah

Salah satu pembeli asal Banjarsari, Solo, Hendra mengaku setiap menjelang perayaan imlek ia selalu membeli baju cheongsam untuk keluarga.

Senada dengan Hendra, Mahiyang, setiap tahun juga kerap membeli baju cheongsam untuk acara keluarga sekaligus untuk acara imlek di sekolah.

Keterangan pembeli ini memperkuat alasan mengapa cheongsam selalu dicari setiap tahun. Selain menjadi bagian dari tradisi, faktor pertumbuhan anak juga membuat keluarga harus membeli ukuran baru. Ditambah lagi, pergantian shio tiap tahun menjadi alasan tersendiri bagi sebagian orang untuk berganti busana agar terasa lebih sesuai dengan tema Imlek tahun berjalan.

Sementara bagi anak-anak, cheongsam bukan hanya pakaian, tetapi juga bagian dari pengalaman budaya—dipakai untuk pentas seni, kegiatan sekolah, serta momen kebersamaan keluarga. Tak heran jika menjelang Imlek, cheongsam Tahun Kuda Api kembali menjadi primadona dan laris manis di Pasar Gede Solo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index