JAKARTA - Pembangunan daerah tidak akan berjalan maksimal tanpa infrastruktur dasar yang memadai. Hal inilah yang kembali ditekankan Bupati Sambas Satono saat menyoroti pentingnya perbaikan jalan dan jembatan di wilayahnya. Menurutnya, akses yang layak bukan hanya soal kenyamanan, tetapi berkaitan langsung dengan produktivitas masyarakat, terutama dalam kegiatan ekonomi sehari-hari seperti pertanian dan distribusi hasil panen.
Di Kabupaten Sambas, kondisi geografis yang luas serta statusnya sebagai wilayah perbatasan membuat pembangunan infrastruktur menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Satono menilai, percepatan pembangunan jalan dan jembatan membutuhkan dukungan lintas pemerintahan—mulai dari desa hingga pusat—karena besarnya anggaran yang diperlukan tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan daerah.
Infrastruktur Jalan dan Jembatan Berdampak Langsung ke Warga
Satono menegaskan, infrastruktur jalan dan jembatan yang baik akan memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Salah satu manfaat yang paling terasa adalah kemudahan distribusi atau pengangkutan hasil pertanian warga.
Pernyataan ini menggambarkan bagaimana jalan dan jembatan bukan sekadar proyek fisik, melainkan sarana penting yang menentukan kelancaran aktivitas masyarakat. Bagi warga yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian, akses jalan yang rusak dapat memicu biaya angkut meningkat, waktu tempuh lebih lama, bahkan menurunkan kualitas hasil panen sebelum sampai ke pasar.
Dengan infrastruktur yang baik, aktivitas ekonomi desa dapat bergerak lebih cepat. Distribusi menjadi lebih efisien, dan peluang pemasaran hasil pertanian pun lebih luas.
Percepatan Perbaikan Jalan Butuh Sinergi Semua Level Pemerintahan
Dalam upaya memperbaiki kondisi jalan yang ada, Satono berharap program pemerintah baik pusat, provinsi, kabupaten dan desa untuk perbaikan jalan dapat menjadi salah satu langkah percepatan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sambas.
Ia menilai bahwa pembangunan jalan dan jembatan tidak bisa dikerjakan secara parsial atau terpisah-pisah. Dibutuhkan kerja sama antarlembaga pemerintahan agar perencanaan pembangunan selaras dan saling menguatkan.
Dengan sinergi tersebut, pembangunan dapat lebih terarah, mulai dari jalan penghubung antar desa, akses menuju sentra pertanian, hingga jalur utama yang menjadi urat nadi mobilitas warga.
Minim Anggaran Daerah, Pemkab Tetap Berupaya
Satono juga menyampaikan bahwa di tengah minimnya anggaran kabupaten, pihaknya terus melakukan upaya untuk percepatan pembangunan di Kabupaten Sambas, termasuk dalam hal perbaikan jalan dan jembatan.
Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Pemerintah kabupaten tetap berusaha mencari cara agar pembangunan tetap berjalan, meski tidak mudah.
Langkah strategis yang dimaksud adalah memperjuangkan kebutuhan pembangunan Sambas agar mendapatkan perhatian lebih besar dari pemerintah pusat. Hal ini dilakukan karena kebutuhan pembangunan di daerah luas seperti Sambas tidak bisa ditopang hanya oleh APBD.
Kabupaten Sambas Wilayah Perbatasan, Luas dan Banyak Desa
Bupati Sambas menekankan bahwa Kabupaten Sambas memiliki tantangan tersendiri dalam pembangunan. Selain sebagai wilayah perbatasan, daerah ini juga cukup luas dan memiliki banyak desa yang harus dilayani infrastrukturnya.
Hal ini dilakukan mengingat Kabupaten Sambas merupakan wilayah perbatasan yang daerahnya cukup luas, dengan 195 desa. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat sangat diharapkan.
Kondisi ini membuat pembangunan jalan dan jembatan menjadi pekerjaan besar yang membutuhkan perencanaan matang dan dukungan dana yang kuat. Dengan 195 desa, kebutuhan akses antarwilayah tentu sangat tinggi, baik untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, maupun mobilitas pemerintahan.
Infrastruktur yang memadai di wilayah perbatasan juga penting dari sisi pemerataan pembangunan dan penguatan kawasan strategis nasional.
Harapan Dukungan Pusat untuk Infrastruktur yang Lebih Merata
Permintaan Satono agar pemerintah pusat ikut membangun infrastruktur jalan dan jembatan pada dasarnya adalah dorongan agar pembangunan Sambas bisa lebih merata dan dipercepat. Dengan keterbatasan daerah, dukungan pusat dinilai menjadi kunci agar proyek-proyek strategis bisa berjalan lebih cepat dan berdampak lebih luas.
Dengan infrastruktur yang semakin baik, diharapkan kegiatan masyarakat akan lebih lancar, distribusi hasil pertanian meningkat, dan pembangunan ekonomi daerah bergerak lebih cepat. Pada akhirnya, percepatan pembangunan jalan dan jembatan tidak hanya menjadi target pemerintah, tetapi menjadi kebutuhan nyata masyarakat Sambas yang ingin akses hidupnya lebih mudah dan lebih maju.