MOBIL LISTRIK

Harga Mobil Listrik Januari 2026, Termasuk Kenaikan Model BYD Atto 1

Harga Mobil Listrik Januari 2026, Termasuk Kenaikan Model BYD Atto 1
Harga Mobil Listrik Januari 2026, Termasuk Kenaikan Model BYD Atto 1

JAKARTA - Perusahaan otomotif yang memproduksi mobil listrik di Indonesia mulai melakukan penyesuaian harga pada akhir Januari 2026. 

Beberapa model dari berbagai merek, seperti Changan, Wuling, dan BYD, mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga ini, meskipun tidak terlalu drastis, tetap mencuri perhatian para konsumen yang tertarik dengan teknologi mobil ramah lingkungan.

Salah satu merek yang mengalami perubahan harga adalah Changan, dengan model Deepal S07 dan Lumin yang harganya melonjak. Deepal S07, yang sebelumnya dipasarkan dengan harga Rp599 juta, kini dihargai Rp649 juta, mengalami kenaikan sebesar Rp50 juta. 

Sementara itu, Lumin, yang awalnya dibanderol Rp178 juta, kini terjual seharga Rp199 juta, naik sebesar Rp21 juta. Selain itu, mobil listrik dari Wuling juga mengalami penyesuaian harga mulai dari Rp30 juta hingga Rp56 juta.

Mobil Listrik Terlaris, BYD Atto 1, Juga Alami Revisi Harga

Salah satu model yang cukup menarik perhatian adalah BYD Atto 1, yang menjadi salah satu mobil listrik terlaris di Indonesia pada tahun 2025. 

Menurut laporan, harga untuk varian termurahnya, yaitu Atto 1 Dynamic, mengalami kenaikan dari Rp195 juta menjadi Rp199 juta, dengan selisih kenaikan sebesar Rp4 juta. Sementara itu, varian Premium dari BYD Atto 1 tetap dipertahankan pada harga Rp235 juta, tanpa perubahan.

Penyesuaian harga pada model-model lain juga tampak di daftar harga mobil listrik di Indonesia, yang mencakup berbagai tipe dan merek kendaraan. 

Kenaikan ini sejalan dengan tren peningkatan permintaan terhadap mobil listrik di pasar domestik, terutama yang berbasis pada faktor keberlanjutan dan kebijakan lingkungan yang mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Kenaikan Harga Mobil Listrik Berdasarkan Merek

Berikut adalah rincian harga mobil listrik berdasarkan merek pada akhir Januari 2026, beserta dengan kenaikan harga yang terjadi:

BYD

Atto 1 Dynamic: Rp199 juta (sebelumnya Rp195 juta, naik Rp4 juta)

Atto 1 Premium: Rp235 juta

Dolphin Dynamic: Rp369 juta

Dolphin Premium: Rp429 juta

Atto 3 Advanced: Rp390 juta

Atto 3 Superior: Rp520 juta

Seal Premium: Rp639 juta

Seal Performance (AWD): Rp750 juta

Wuling

Air ev Lite: Rp214 juta (sebelumnya Rp184 juta, naik Rp30 juta)

Air ev Lite (LR): Rp251 juta (sebelumnya Rp195 juta, naik Rp56 juta)

Air ev Pro: Rp307 juta (sebelumnya Rp252 juta, naik Rp55 juta)

Binguo Lite: Rp318 juta (sebelumnya Rp279 juta, naik Rp39 juta)

Changan

Deepal S07: Rp649 juta (sebelumnya Rp599 juta, naik Rp50 juta)

Lumin: Rp199 juta (sebelumnya Rp178 juta, naik Rp21 juta)

Hyundai

Ioniq 5 N: Rp1,3 miliar

Ioniq 6 Signature: Rp1,23 miliar

Faktor Penyebab Kenaikan Harga Mobil Listrik

Kenaikan harga mobil listrik ini tentunya tidak terlepas dari berbagai faktor, baik yang berasal dari dalam negeri maupun internasional. 

Salah satu faktor utama adalah meningkatnya biaya produksi kendaraan listrik, mulai dari bahan baku baterai hingga komponen mobil lainnya. Di Indonesia, meskipun kendaraan listrik mendapatkan sejumlah insentif dan dukungan pemerintah, namun biaya untuk pengadaan bahan baku masih cukup tinggi.

Selain itu, permintaan global terhadap mobil listrik semakin meningkat. Hal ini membuat produsen mobil di Indonesia, yang juga bergantung pada pasokan global, terpaksa menyesuaikan harga jual agar tetap kompetitif di pasar internasional. 

Persaingan antar produsen mobil listrik pun semakin ketat, mendorong mereka untuk menyesuaikan harga sesuai dengan permintaan dan biaya produksi yang semakin tinggi.

Pengaruh Kenaikan Harga terhadap Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Kenaikan harga mobil listrik pada Januari 2026 ini diperkirakan akan berdampak pada daya beli konsumen, terutama bagi mereka yang sudah berencana membeli mobil listrik. 

Meskipun demikian, para produsen berharap bahwa harga yang tetap kompetitif, ditambah dengan fasilitas pembelian seperti kredit kendaraan bermotor atau subsidi dari pemerintah, tetap dapat menarik minat konsumen.

Bagi sebagian besar konsumen, mobil listrik menjadi pilihan menarik mengingat manfaat jangka panjang yang dapat mereka peroleh, mulai dari penghematan biaya bahan bakar hingga dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan. 

Meski harga sedikit naik, konsumen yang sudah berkomitmen untuk beralih ke kendaraan listrik diperkirakan akan tetap memilih mobil listrik sebagai alternatif mobil pribadi.

BYD dan Wuling Tetap Jadi Pemain Utama di Pasar Mobil Listrik

Mobil listrik dari BYD dan Wuling, yang sudah banyak digunakan di Indonesia, masih mendominasi pasar mobil listrik. Kenaikan harga yang relatif tidak terlalu besar di kedua merek ini menunjukkan bahwa meskipun biaya produksi meningkat, mereka tetap berusaha untuk menjaga daya tarik bagi konsumen. 

Seiring dengan meningkatnya minat terhadap kendaraan ramah lingkungan, kedua merek ini diharapkan dapat terus mempertahankan pangsa pasar mereka di pasar otomotif Indonesia.

Merek lain, seperti Changan, juga turut memperkenalkan model-model baru yang dapat bersaing dengan mobil listrik dari BYD dan Wuling. Ke depannya, kompetisi di pasar mobil listrik Indonesia diperkirakan akan semakin sengit, dengan produsen-produsen yang semakin memperbanyak pilihan kendaraan listrik di pasar domestik.

Peluang Pertumbuhan Pasar Mobil Listrik di Indonesia

Meskipun harga mobil listrik mengalami kenaikan, pasar kendaraan ramah lingkungan di Indonesia diprediksi akan terus berkembang pesat. 

Dukungan kebijakan pemerintah yang mendorong penggunaan mobil listrik, baik melalui insentif fiskal maupun infrastruktur pengisian daya yang lebih banyak, turut mendorong pertumbuhan pasar mobil listrik.

Pemerintah juga tengah merencanakan untuk memperluas jangkauan penggunaan kendaraan listrik melalui pembangunan stasiun pengisian daya listrik yang lebih banyak di berbagai wilayah di Indonesia. 

Inisiatif ini diharapkan dapat meningkatkan daya tarik mobil listrik bagi konsumen yang masih ragu untuk beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index