BULETINFINANSIAL.COM — BPJS Kesehatan mencatat biaya layanan penyakit jantung dalam program Jaminan Kesehatan Nasional menembus Rp 17,35 triliun. Angka itu menjadikan jantung sebagai salah satu beban pembiayaan terbesar dan mendorong penguatan langkah pencegahan.
Tingginya angka tersebut membuat BPJS Kesehatan mengalihkan perhatian pada upaya pencegahan. Langkah ini dinilai lebih efektif menekan beban pembiayaan dibanding hanya mengandalkan pengobatan saat penyakit sudah muncul.
Mengapa Jantung Jadi Beban Pembiayaan Terbesar
Penyakit jantung termasuk kelompok penyakit katastropik, yakni kondisi yang membutuhkan perawatan panjang dan berbiaya besar. Penanganannya kerap melibatkan tindakan medis kompleks, mulai dari pemasangan ring hingga operasi jantung.
Biaya Rp 17,35 triliun itu mencerminkan besarnya jumlah peserta JKN yang menjalani perawatan jantung. Sebagian besar kasus berkaitan dengan gaya hidup, seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, dan kebiasaan merokok.
Dorongan Pencegahan dari BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan menekankan pentingnya pencegahan agar angka pembiayaan tidak terus membengkak. Peserta JKN didorong memanfaatkan layanan skrining kesehatan yang tersedia, terutama untuk mendeteksi risiko sejak dini.
Pengendalian faktor risiko menjadi kunci. Tekanan darah tinggi, kadar kolesterol, dan gula darah perlu dijaga dalam batas normal untuk menekan kemungkinan terkena penyakit jantung.
Langkah Praktis Menjaga Kesehatan Jantung
- Rutin memeriksa tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
- Mengurangi konsumsi makanan tinggi garam, gula, dan lemak jenuh.
- Berolahraga secara teratur sesuai kemampuan tubuh.
- Berhenti merokok dan menghindari paparan asap rokok.
- Menjaga berat badan ideal dan mengelola stres dengan baik.
Kapan Perlu Memeriksakan Diri
Keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, jantung berdebar, atau mudah lelah saat beraktivitas perlu diperiksa ke dokter. Gejala itu bisa menjadi tanda gangguan jantung yang butuh penanganan segera.
Peserta JKN dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk konsultasi awal. Deteksi dini membantu penanganan lebih cepat dan mencegah komplikasi yang lebih mahal.
Peran Peserta JKN dalam Menekan Biaya
Pencegahan tidak hanya menguntungkan secara kesehatan, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan program JKN. Semakin sedikit kasus jantung berat, semakin ringan beban pembiayaan yang harus ditanggung bersama.
Masyarakat disarankan berkonsultasi dengan dokter atau fasilitas kesehatan terpercaya untuk menilai risiko jantung masing-masing. Langkah sederhana yang dilakukan konsisten memberi dampak besar bagi kesehatan jangka panjang.