BULETINFINANSIAL.COM — Cisco merilis perbaikan untuk celah keamanan berkode CVE-2026-76460 di Identity Services Engine (ISE) yang mendapat skor CVSS sempurna 10,0 dan sudah dieksploitasi aktif. Serangan ini memungkinkan penyerang jarak jauh tanpa autentikasi mengeksekusi perintah dengan hak akses root. Bagi organisasi di Indonesia yang memakai ISE sebagai kontrol akses jaringan, penundaan patch berarti pintu belakang terbuka lebar.
Cisco mengungkap kerentanan authentication bypass yang berdampak pada Identity Services Engine (ISE) dan ISE Passive Identity Connector (ISE-PIC). Tim Product Security Incident Response Team (PSIRT) perusahaan menyatakan sudah mengetahui adanya eksploitasi aktif dan mendesak pelanggan segera memasang perbaikan.
Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur AS (CISA) turut memasukkan celah ini ke katalog Known Exploited Vulnerabilities. Langkah itu menandakan tingkat urgensi tinggi: instansi pemerintah dan perusahaan yang memakai perangkat terdampak wajib menambal sistem mereka dalam tenggat yang ditetapkan.
Skor Sempurna 10,0 dan Akses Root Tanpa Kredensial
Masalahnya terletak pada sebuah API di dalam ISE, platform kontrol akses jaringan milik Cisco. Kontrol autentikasi yang tidak memadai pada endpoint API memungkinkan penyerang mengirim permintaan yang dirancang khusus untuk menembus antarmuka manajemen berbasis web.
Tidak dibutuhkan kredensial maupun interaksi pengguna. Cisco menegaskan versi ISE dan ISE-PIC yang rentan tetap terpapar terlepas dari konfigurasi yang dipakai. Celah ini menerima skor CVSS maksimum 10,0.
Dampaknya serius. Akses root bisa membuat penyerang menghapus atau menyembunyikan jejak intrusi, sehingga upaya menentukan apakah sebuah perangkat sudah dibobol menjadi jauh lebih rumit.
Pekan Panjang bagi Admin Jaringan
Peringatan ini menyusul celah kritis lain yang juga dieksploitasi aktif beberapa hari sebelumnya, CVE-2026-76461, yang menyerang Secure Email Gateway serta Secure Email and Web Manager. Bug berskor 9,8 itu juga bisa berujung pada akses root.
Cisco memperingatkan bahwa penyerang mungkin mampu menutupi jejak mereka setelah masuk. Bagi admin yang bertanggung jawab atas perangkat Cisco, bulan September berubah menjadi bulan menambal yang melelahkan.
Peringatan CVE-2026-76460 disertai sejumlah kerentanan ISE lain yang dipublikasikan pada hari yang sama. Dua advis Cisco lain membawa skor CVSS maksimum 10,0, sementara tiga celah remote code execution terpisah berskor hingga 9,9.
Langkah Pemeriksaan dan Versi Perbaikan
Cisco merekomendasikan admin meninjau log akses ISE untuk mencari nama pengguna mencurigakan di setiap node dalam deployment terdistribusi. Log jaringan dan firewall yang tersimpan di luar perangkat terdampak juga perlu diperiksa untuk mendeteksi unggahan atau unduhan tak terduga.
Jika ditemukan bukti kemungkinan eksploitasi, Cisco "strongly recommends" melakukan reimaging pada node terdampak dan memulihkan konfigurasi dari cadangan bila diperlukan. Tidak ada workaround untuk celah ini.
Sebagai mitigasi sementara, access control list infrastruktur dapat dipakai untuk membatasi lalu lintas manajemen dan control-plane yang mencapai sistem terdampak. Perbaikan permanen tersedia dalam:
- ISE dan ISE-PIC 3.1 Patch 12
- ISE dan ISE-PIC 3.2 Patch 11
- ISE dan ISE-PIC 3.3 Patch 12
- ISE dan ISE-PIC 3.4 Patch 7
- ISE dan ISE-PIC 3.5 Patch 4
ISE 3.0 telah mencapai akhir masa pemeliharaan perangkat lunak, sehingga pelanggan yang masih menjalankannya harus bermigrasi ke rilis yang didukung.
Yang Belum Diungkap Cisco
Cisco menemukan CVE-2026-76460 saat menangani kasus dukungan Technical Assistance Center. Perusahaan tidak mengungkap siapa yang mengeksploitasi celah ini, berapa lama serangan berlangsung, atau apa yang dilakukan penyerang setelah mendapatkan akses.
Ketidakjelasan itu membuat verifikasi dampak menjadi sulit. Organisasi yang memakai ISE sebaiknya tidak menunggu klarifikasi lebih lanjut dan langsung menerapkan patch yang tersedia.