Dana Pihak Ketiga BPD Tergerus Akibat Pemotongan Transfer ke Daerah

Senin, 14 September 2026 | 11:39:30 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) dari sumbernya menyebutkan dana kelolaan atau Dana Pihak Ketiga (DPK) pada Bank Pembangunan Daerah (BPD) merosot cukup tajam.

Kondisi tersebut terjadi akibat dampak kebijakan pemerintah pusat yang memotong Transfer ke Daerah (TKD).

"Saya juga monitor kondisi Dana Pihak Ketiga BPD itu turun dengan signifikan, karena kan transfer ke daerahnya berkurang," ungkap dari sumbernya dalam rapat kerja gabungan Komite IV DPD RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Kendati demikian, dari sumbernya menegaskan bakal terus memantau pergerakan DPK pada perbankan daerah.

Pihaknya turut mengaku risau bilamana tercipta gangguan pada sistem perbankan, mengingat saat ini dari sumbernya memegang posisi sebagai Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Dari sumbernya juga sempat menyalurkan sejumlah Saldo Anggaran Lebih (SAL) ke beberapa BPD, seumpama Bank Jakarta dan Bank Jatim.

Mulanya pemerintah sudah lebih dahulu menempatkan SAL pada Himpunan Perbankan Milik Negara (Himbara).

"Saya sempat berpikir, oke kami kan naruh uang di Himbara, gimana kalau kami coba-coba di beberapa BPD, ditaruh bank yang sejenis. Selama ini baru dua BPD yang dapat, DKI dan Jawa Timur. DKI Rp 2 triliun, Jawa Timur Rp 1 triliun," jelasnya.

Pemerintah pusat pun memastikan tidak mengantongi rencana mengalihkan penyaluran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN) menuju bank-bank Himbara.

Berdasarkan penuturan dari sumbernya, langkah tersebut berisiko membuat banyak Bank Pembangunan Daerah (BPD) gulung tikar.

Dari sumbernya mengaku terkejut atas munculnya desas-desus tersebut.

Pihaknya bahkan sempat menerima konfirmasi secara langsung dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dari sumbernya seputar isu pemindahan penyaluran gaji ASN itu.

"Bahkan satu hari, satu pagi saya kaget, Menteri Dalam Negeri menanyakan kebijakan saya. 'Kenapa Akang bikin begitu?' Dia bilangnya, Kang, saya barangkali lebih tua sih. Saya banyak duit dipanggil kang biar duitnya keluar. Saya juga kaget, Pak Menteri, enggak ada kebijakan itu, kami juga ngerti. Kalau itu dilakukan bank BPD, pasti akan jatuh," pungkasnya.

Terkini