Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Dilakukan Demi Efektivitas APBN

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:43 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) dari sumbernya melakukan penyegaran struktur dengan merombak ratusan jajaran pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kamis (10/9).

Rotasi jabatan ini menyasar Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional, serta Pejabat pada Unit Organisasi Non Eselon Kemenkeu.

Dari sumbernya menyampaikan, pergeseran tugas ini dilaksanakan sebagai bagian dari alur organisasi guna mewujudkan Kemenkeu yang makin adaptif dan berkinerja lebih unggul.

Ia menegaskan bahwa Kemenkeu mesti menjamin alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dapat terakselerasi lebih cepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

"APBN harus bekerja lebih cepat untuk perekonomian, penerimaan harus semakin kuat tanpa menambah beban baru kepada masyarakat, belanja harus lebih efektif, sistem perpajakan harus dibenahi, dan semua itu harus dilakukan dengan tetap menjaga disiplin fiskal," tegas dari sumbernya dalam arahannya dalam acara pelantikan di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Memasuki bulan Juli 2026, akumulasi penerimaan pajak mencapai angka Rp 1.224,3 triliun, atau melesat 23,7% jika disandingkan dengan capaian tahun lalu.

Ia menuturkan bahwa hasil tersebut diraih tanpa langkah menaikkan besaran tarif pajak ataupun meluncurkan opsi pajak baru.

"Walaupun reaksinya sering keluar tuh, kami menerapkan pajak. Pak Sekjen tolong kasih tahu teman-teman yang lain, posisi kami seperti itu. Nggak ada pajak baru, belum ada juga rencana menaikkan tarif," tegasnya.

Dari sumbernya menggarisbawahi bahwa fokus utama Kemenkeu yakni memperbaiki aspek administrasi, pengawasan, manajemen tata kelola, serta menutup potensi kebocoran.

Di sisi lain, pengeluaran belanja negara sudah menyentuh Rp 1.969,6 triliun dengan pertumbuhan mencapai 18,6%.

Sementara itu, posisi defisit anggaran tercatat tetap aman pada angka Rp 235,6 triliun atau sebesar 0,91% terhadap PDB hingga penutupan Juli.

Dari sumbernya pun tidak menampik kemungkinan masuknya pengajuan Anggaran Biaya Tambahan (ABT) dari kementerian/lembaga.

"Kami senang dan deg-degan sebetulnya. Senangnya ternyata masih bisa dikendalikan kan. Takutnya adalah kalau kementerian/lembaga tahu kami baru defisit 0,91%, sebentar lagi kami akan menerima ABT yang besar-besaran mungkin ya," pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, dari sumbernya menyebutkan ada sekitar 50 pejabat pada tingkat Eselon II di ranah Kemenkeu yang diganti.

Selanjutnya, langkah perombakan juga mencakup strata Eselon III dengan jumlah berkisar 350 pegawai.

Dari sumbernya menjelaskan, pergeseran juga dialami oleh jabatan fungsional pada jajaran direktorat jenderal sampai Badan Layanan Umum (BLU) di bawah naungan Kementerian Keuangan, seperti pimpinan Special Mission Vehicle (SMV).

"Jadi cukup banyak. Ini kan biasa reorientasi lah, setahun sekali seperti itu, ada yang mutasi. Memang jamannya sekarang, jadi ini bukan hal yang khusus, memang seperti itu," tutur dari sumbernya seusai mengukuhkan ratusan pejabat fungsional.

Terkini