Rating Kredit INALUM Mencapai BBB- dengan Outlook Stabil dari S&P

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:42 WIB
INALUM. ( sumber : net )

JAKARTA - PT Indonesia Asahan Aluminium atau INALUM mengantongi peringkat kredit internasional rating 'BBB-' dengan Outlook stabil dari S&P Global Ratings.

Capaian ini menjadikan peringkat internasional investment-grade bagi INALUM sekaligus milestone yang sangat penting dalam memperkuat kredibilitas INALUM di pasar keuangan domestik dan internasional untuk mendukung pertumbuhan INALUM ke depan.

Dalam laporannya yang disebarluaskan pada tanggal 7 September 2026 S&P Global Ratings menimbang posisi strategis INALUM dalam Grup MIND ID dan kuatnya sokongan Pemerintah melalui MIND ID terhadap INALUM.

S&P Global Ratings juga melihat INALUM mempunyai peran esensial sebagai penggerak hilirisasi bauksit dan pengembangan rantai nilai aluminium nasional, selaras dengan agenda strategis MIND ID untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.

Direktur Utama INALUM, Melati Sarnita mengutarakan, apa yang telah diraih saat ini, menjadi pengakuan sekaligus momentum bagi perusahaan untuk terus memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.

Menurutnya, investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi INALUM untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan.

"Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat. Dengan dukungan MIND ID, kami akan terus memperkuat rantai nilai aluminium nasional dari hulu ke hilir. Pengembangan SGAR 2 dan Smelter 2 tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas tetapi juga untuk memperkuat kemandirian bahan baku, daya saing industri aluminium nasionan serta menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia." ujar Melati dalam keterangan resmi, Jumat (11/9/2026).

Keterikatan yang erat dengan MIND ID, baik secara strategis maupun finansial, turut meneguhkan profil kredit INALUM dan menyokong kesinambungan pengembangan bisnis serta investasi perusahaan.

Outlook stabil merefleksikan ekspektasi S&P Global Ratings terhadap kontinuitas kinerja operasional dan arus kas INALUM, serta konsistensinya sokongan MIND ID dalam menopang peran strategis INALUM bagi pengembangan industri aluminium nasional.

Perolehan rating internasional tersebut menyempurnakan penguatan profil kredit INALUM di pasar domestik.

Pada Agustus 2026, PEFINDO pun menaikkan peringkat INALUM satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable selepas INALUM mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya.

Pemeringkatan internasional dan kenaikan peringkat domestik tersebut berlangsung pada saat INALUM sedang mempersiapkan eskalasi kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada rentang 2026-2029.

Untuk diketahui, dalam penilaiannya, S&P Global Ratings turut menyoroti struktur biaya operasional INALUM yang kompetitif.

Perusahaan tercatat sanggup beroperasi pada kuartil pertama kurva biaya global, dibandingkan rerata industri pada tahun 2026.

Efisiensi tersebut ditopang oleh pasokan sumber energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik.

Keunggulan biaya ini dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit INALUM sekaligus memberikan ketahanan bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

S&P Global Ratings juga menyoroti pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air yang membuat smelter INALUM yang tidak hanya berkontribusi terhadap reduksi emisi karbon, tetapi juga menyokong profitabilitas dan efisiensi biaya produksi INALUM.

Saat ini INALUM mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun.

Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia, INALUM telah sukses mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina.

BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Selain itu, S&P Global Ratings menilai posisi strategis INALUM dalam integrasi Grup MIND ID dan hilirisasi aluminium memberikan fondasi kukuh bagi sokongan berkelanjutan dari entitas induk.

Peran tersebut semakin dikukuhkan lewat pengembangan SGAR 2 dan Smelter Aluminium 2 sebagai bagian dari Proyek Strategis Nasional yang memperkuat integrasi rantai nilai aluminium nasional.

Pengembangan proyek-proyek tersebut juga ditopang oleh pemegang saham utama, baik lewat kemitraan strategis maupun sokongan permodalan, yang mencerminkan urgensi proyek tersebut bagi penguatan industri aluminium nasional.

Adapun pengembangan proyek INALUM mencakup SGAR 2 dan Smelter 2.

Kedua proyek tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional.

SGAR 2 direncanakan mendongkrak kapasitas produksi alumina sekitar 1 juta ton per tahun, sehingga akan menaikkan menjadi dua lipat kapasitas alumina yang ada.

Adapun Smelter 2 dirancang dengan kapasitas produksi sekitar 600 ribu ton aluminium per tahun, sehingga total kapasitas smelter aluminium primer INALUM akan melonjak lebih dari tiga lipat kapasitas saat ini.

Pengembangan proyek-proyek tersebut juga berpotensi mengatrol kapasitas dan potensi pendapatan INALUM secara signifikan hingga 2030.

Kondisi industri yang positif diprediksikan akan menyokong kinerja INALUM dalam satu sampai dua tahun mendatang.

Harga aluminium diprediksikan tetap suportif seiring kondisi pasokan global yang ketat, sementara stabilnya volume penjualan dari smelter eksisting akan turut menopang pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Ke depan, INALUM akan terus merawat keseimbangan antara pertumbuhan, disiplin finansial dan keunggulan operasional.

Melalui pengembangan rantai nilai aluminium yang semakin terintegrasi, INALUM berkomitmen memperkuat daya saing industri nasional, menekan ketergantungan impor dan mendongkrak nilai tambah sumber daya mineral Indonesia secara berkelanjutan.

Terkini