Rincian Harga Perak Antam Hari Ini 11 September 2026 Alami Penurunan

Jumat, 11 September 2026 | 19:36:42 WIB
Rincian Harga Perak Antam Hari Ini (FOTO: NET)

JAKARTA - Nilai perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merosot pada perdagangan Jumat, (11/9/2026). Koreksi nilai perak Antam hari ini mengekor harga emas Antam dan harga perak dunia.

Berdasarkan situs logammulia.com, harga perak Antam hari ini susut Rp 2.340 menjadi Rp 41.860.

Pada sesi transaksi sebelumnya, nilai perak Antam berada pada level Rp 44.200.

Antam menyediakan perak batangan 250 gram, 500 gram dan perak butiran murni 99,95%.

Antam menjual harga perak batangan 250 gram di level Rp 10.990.000 dan 500 gram berada pada angka Rp 21.055.000.

Lantas seperti apa kondisi perak dunia?

Berdasarkan laporan tradingeconomics.com, nilai perak dunia terkoreksi 0,43% menjadi US$ 63,27.

Nilai perak ditransaksikan pada kisaran US$ 63,5 per ons pada Jumat usai sempat anjlok melebihi 5% pada sesi sebelumnya, lantaran pemodal bersiap menyambut laporan indeks harga konsumen (CPI) Amerika Serikat (AS) yang sanggup memperkuat perkiraan kenaikan suku bunga Federal Reserve pekan depan.

Data yang dipublikasikan pada hari Kamis memperlihatkan percepatan harga produsen AS pada Agustus akibat konflik Iran yang memicu kenaikan biaya energi grosir.

Pasar saat ini memperhitungkan probabilitas berkisar 71% untuk kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pekan depan, terangkat dari 61% sebelum data indeks harga produsen (PPI) tersebut dipublikasikan.

Logam perak pun memperoleh tekanan akibat lonjakan harga minyak di tengah eskalasi konflik AS-Iran, yang memicu kekhawatiran bakal kenaikan inflasi.

Sementara itu, imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS (Treasury) melonjak usai Departemen Keuangan AS mencatatkan volume pembelian kembali (buyback) yang lebih rendah dari perkiraan dalam operasi perluasan buyback perdananya.

Aset yang tidak memberikan imbal hasil bunga, seperti perak, cenderung mencatatkan kinerja lebih melemah saat imbal hasil surat utang meningkat.

Perak diproyeksikan bakal mencatatkan penurunan sekitar 4% pada pekan ini, yang menandai penurunan mingguan selama tiga pekan berturut-turut.

Sebelumnya, nilai emas dunia terperosok lebih dari 1% pada sesi perdagangan Kamis, 10 September 2026 (Jumat pagi Jakarta).

Koreksi harga emas terjadi usai data inflasi Amerika Serikat (AS) yang kuat serta kenaikan harga minyak meningkatkan spekulasi mengenai kenaikan suku bunga the Federal Reserve (the Fed) pekan depan.

Berdasarkan CNBC, Jumat (11/9/2026), nilai emas spot susut 0,9% menjadi US$ 4.359,19 per ons.

Sementara itu, nilai emas berjangka AS tergerus 1,3% menjadi US$ 4.402,5.

Analis Keuangan Senior Capital.com, Klye Rodda menuturkan,dData indeks harga produsen "mengindikasikan adanya sedikit peningkatan inflasi inti dalam ekonomi AS, dan sebagian di antaranya disebabkan oleh kenaikan biaya energi. Harga produsen AS meningkat sesuai perkiraan pada Agustus di tengah pemulihan biaya produk energi.

Para pelaku pasar saat ini memperkirakan ekspektasi sekitar 68% untuk kenaikan suku bunga pekan depan, naik dari 62% sebelum data tersebut dipublikasikan, berdasarkan CME FedWatch Tool.

Sebagian besar ekonom yang disurvei oleh Reuters memprediksi The Federal Reserve (the Fed) bakal mempertahankan suku bunga tetap stabil pada pertemuan 15-16 September serta sepanjang sisa tahun ini.

Mata uang Dolar AS sedikit menguat, membuat emas, yang dinilai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lain.

Di sisi lain, kenaikan imbal hasil surat utang pemerintah AS (Treasury) tenor 10 tahun turut menekan nilai emas.

“Pasar obligasi harus mencerminkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan persisten akibat kenaikan harga minyak, yang menyebabkan penurunan harga emas,” Rodda menambahkan.

Kenaikan imbal hasil surat utang umumnya menekan harga emas dengan meningkatkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Nilai minyak melonjak 4% pada Kamis, dengan minyak mentah Brent menyentuh angka US$ 105 per barel, usai lonjakan serangan terbesar terhadap kapal pengangkut sejak dimulainya konflik AS-Iran memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan.

Sementara itu, Bank Sentral Eropa (ECB) pada Kamis mendongkrak suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini, dalam langkah meredam lonjakan inflasi akibat energi yang dipicu oleh perang tersebut.

Di antara komoditas logam lainnya, nilai perak spot meluncur 4% menjadi US$ 64,56 per ons, platinum meluncur 4,6% menjadi US$ 1.808,43, serta paladium meluncur 3,9% menjadi US$ 1.300,00.

Terkini