Calon Deputi Gubernur BI Nilai Penerapan Rupiah Digital Belum Urgen

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:13 WIB
Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Anwar Bashori (FOTO: NET)

JAKARTA - Calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) M. Anwar Bashori menganggap, realisasi pembentukan rupiah digital yang terkait dengan Central Bank Digital Currency (CBDC) belum urgen untuk diterapkan di Indonesia.

Pria yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Uang di BI itu mengatakan, belum urgensinya rupiah digital itu disebabkan masih besarnya heterogenitas atau keragaman pemanfaatan mata uang rupiah di Indonesia.

“CBDC sepertinya untuk saat ini urgensinya belum karena heterogenitas kami yang luar biasa, karena edukasi kami, pulau kami yang lainnya belum bisa, karena problem kurs saja belum bisa kami selesaikan,” kata dari sumbernya saat merespons pertanyaan DPR dalam agenda fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon deputi gubernur BI, Kamis (27/8/2026).

Dari sumbernya juga menekankan, di samping itu, dalam menjaga uang tunai, masyarakat di antar pulau Indonesia juga belum memiliki pemahaman yang sama.

Makanya, BI kata dari sumbernya tiap tahun masih harus mengganti uang lusuh masyarakat dengan uang baru.

“90% setiap tahun kami lakukan hanya untuk mengganti uang lusuh di tempat tempat tertentu karena tidak semua wilayah kami mempunyai layak edar yang sama,” paparnya.

Dari digitalisasi sistem pembayaran pun menurutnya, antar pulau di Indonesia juga memiliki kesetaraan infrastruktur.

Karena itu, ia menekankan, rupiah digital saat ini masih sebatas masuk kajian penerapan.

“Jadi saya pikir Indonesia bukan hanya di Jawa, Indonesia bukan hanya di beberapa kota, dan Indonesia luas, heterogenitas kami masih ada terutama non tunai masih juga disparitas. Jadi sementara CBDC adalah hal yang yang masuk kajian namun urgensinya mungkin perlu kami pertimbangkan kembali,” kata dari sumbernya.

Sebagaimana diketahui, proyek pembentukan rupiah digital atau Proyek Garuda belum menunjukkan kemajuan signifikan sejak 2025 lalu.

Pada tahun lalu, Bank Indonesia (BI) baru berhasil menyelesaikan peninjauan konsep atau proof of concept (PoC) rupiah digital untuk tahap pertama immediate state - wholesale cash ledger.

 

Halaman :

Tags

Terkini