Telin Luncurkan ignitePRO Dorong Transformasi AI di Sektor Korporasi

Senin, 31 Agustus 2026 | 10:58:02 WIB
TRANSFORMASI AI. ( sumber : net )

BALI - PT Telekomunikasi Indonesia International (Telin), operating company dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom), resmi menghadirkan ignitePRO, forum yang berfokus pada segmen enterprise sebagai bagian dari rangkaian Bali Annual Telkom International Conference (BATIC) 2026.

Mengusung tema “The Enabled Enterprise”, ignitePRO mempertemukan pemimpin enterprise, pembuat kebijakan, penyedia teknologi, investor, dan mitra ekosistem digital untuk mendalami bagaimana AI dapat bergerak dari ambisi dan eksperimen menuju penerapan serta menghasilkan dampak bisnis yang nyata.

Dalam penyelenggaraannya, ignitePRO turut menggandeng Tech in Asia sebagai mitra konten untuk menghadirkan perspektif yang relevan dengan perkembangan industri digital.

Sebagai forum yang dirancang untuk mendorong transformasi dari strategi menuju eksekusi, ignitePRO membahas berbagai kapabilitas yang dibutuhkan perusahaan untuk mengadopsi AI secara bertanggung jawab sekaligus menghasilkan nilai yang terukur.

Pembahasan itu mencakup kesiapan teknologi dan infrastruktur, tata kelola, sumber daya manusia, hingga kolaborasi ekosistem.

Chief Commercial Officer Telin Kharisma dari Sumbernya mengatakan, tantangan perusahaan saat ini bukan lagi sekadar menentukan apakah AI, cloud, dan otomasi perlu diadopsi, melainkan memastikan data, infrastruktur, keamanan, sumber daya manusia, dan mitra telah siap mendukung eksekusi yang andal dalam skala besar.

Hal tersebut ia sampakan pada sesi keynote speech pembukaan forum ignitePRO bertajuk “The Enabled Enterprise: 2026 Is the Year of Autonomy”, Selasa (25/8/2026).

Menurut Kharisma, enablement perlu dibangun sebagai fondasi operasi yang terintegrasi melalui konektivitas yang andal, infrastruktur yang tangguh, operasi yang aman, serta kemitraan ekosistem yang tepercaya.

"Dalam konteks tersebut, TelinPRO hadir sebagai tulang punggung konektivitas yang memungkinkan enterprise beradaptasi dan berkembang di tengah lanskap yang terus berevolusi," ujar Kharisma dalam siaran pers yang diterima Tribunnews.com, Senin (31/8/2026).

3 Prioritas untuk Masa Depan Digital Indonesia

Perspektif pemerintah turut memperkaya pembahasan melalui paparan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) RI Dr. Sonny Hendra Sudaryana.

Ia menyampaikan tiga prioritas dalam membangun masa depan Indonesia yang siap menghadapi AI.

Pertama, rerhubung melalui perluasan konektivitas yang inklusif.

Kedua, tumbuh dengan membangun ekosistem digital yang produktif sekaligus memperkuat talenta, startup, UMKM, dan kapabilitas AI.

Ketiga, terjaga melalui penguatan perlindungan data pribadi dan keamanan digital nasional.

Ia juga menekankan pentingnya pengembangan AI sebagai strategi yang berdaulat, interoperabel, dan tepercaya.

Upaya itu perlu didukung oleh infrastruktur, modal, kompetensi, tata kelola, dan kemitraan agar pertumbuhan digital dapat menghasilkan peningkatan produktivitas dan nilai ekonomi yang lebih luas.

Sejalan dengan berbagai perspektif tersebut, agenda ignitePRO kemudian disusun dalam empat pilar yang saling menguatkan, yakni Intelligence, Trust, Infrastructure, dan Collaboration.

Keempat pilar ini menggambarkan perjalanan enterprise dalam membawa AI menuju penerapan nyata yang scalable.

Pada pilar Intelligence, pembahasan menyoroti langkah membawa AI dari tahap eksperimen menuju penerapan yang memberikan nilai bisnis, dengan dukungan kesiapan data, sistem, dan infrastruktur yang andal serta aman.

Pilar Trust menekankan pentingnya penerapan AI yang bertanggung jawab melalui penguatan akuntabilitas, transparansi, dan tata kelola, sekaligus penyesuaian cara kerja organisasi agar AI dapat terintegrasi dalam proses bisnis.

Tags

Terkini