Imbal Hasil Obligasi Prancis Tembus 4,1%, Defisit 5,1% dari PDB

Selasa, 01 September 2026 | 00:24:00 WIB

BULETINFINANSIAL.COM — Kekhawatiran pasar terhadap kesehatan fiskal Prancis kian nyata. Kondisi ini terlihat dari melonjaknya biaya pinjaman pemerintah yang mendekati level ekstrem terakhir kali terjadi 18 tahun lalu, ketika krisis keuangan global melumpuhkan ekonomi dunia.

Ekonomi Prancis berada dalam tekanan berat. Defisit anggaran tahun lalu mencapai 5,1% dari produk domestik bruto (PDB), jauh melampaui batas maksimal 3% yang ditetapkan Uni Eropa. Sementara itu, rasio utang pemerintah sudah menembus 115% dari PDB dan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) menunjukkan angka tersebut akan terus memburuk.

Menurut perhitungan IMF, rasio utang Prancis diperkirakan mencapai 118,5% pada 2026 dan menembus 120% pada 2027. Kondisi ini mempersempit ruang fiskal pemerintah untuk memperbaiki fundamental ekonomi melalui belanja negara.

Defisit Bengkak dan Pertumbuhan Stagnan Membatasi Ruang Fiskal

Pertumbuhan ekonomi yang lesu memperparah situasi. Perekonomian Prancis menyusut 0,2% secara kuartalan pada tiga bulan pertama tahun ini dan hanya stagnan pada kuartal kedua. Tanpa pertumbuhan yang memadai, upaya pemerintah menekan rasio utang melalui ekspansi ekonomi menjadi sulit diwujudkan.

Ahli strategi suku bunga di Natixis CIB, Theophile Legrand, menilai obligasi pemerintah Prancis atau OAT kini berada dalam kondisi "tertekan". Pasar tidak hanya menunggu penurunan defisit, tetapi juga bukti bahwa anggaran 2027 memiliki jalur kredibel untuk menstabilkan utang publik.

"Jalur tersebut kini semakin sulit untuk diwujudkan," kata Legrand, mengutip faktor perang, suku bunga jangka panjang yang lebih tinggi, serta gelombang panas dan kebakaran hutan yang menambah ketidakpastian terhadap perhitungan fiskal Prancis.

Kepala Divisi Pendapatan Multi-Aset di Ninety One, John Stopford, mengatakan persoalan fiskal Prancis bukan fenomena yang berdiri sendiri. Menurutnya, kondisi negara tersebut menjadi contoh paling mencolok dari memburuknya keuangan negara maju pasca-pandemi, perang, dan krisis energi.

"Ini bukan hanya masalah Prancis, tetapi bisa dibilang bahwa dalam banyak hal, Prancis adalah salah satu contoh nyata dari masalah ini," ujar Stopford.

"Kondisi keuangan publik Prancis memang bergerak ke arah yang salah," tambahnya.

Kebuntuan Politik dan Pemilu 2027 Perberat Ketidakpastian

Fragmentasi politik menjadi pemicu utama ketidakpercayaan investor. Parlemen Prancis berulang kali menghadapi kebuntuan anggaran, mosi tidak percaya, hingga pergantian pemerintahan. Anggaran 2027 diperkirakan kembali menjadi ajang pertarungan politik besar menjelang pemilihan presiden.

Kepala Spesialis Investasi di Insight Investment, April LaRusse, mengatakan hanya ada sedikit tanda bahwa pemerintah Prancis sedang melakukan penyesuaian fiskal yang dibutuhkan.

"Ekspektasi pertumbuhan ekonomi di

Terkini