BULETINFINANSIAL.COM — Kabar kurang menyenangkan datang dari Naya Nika Mulyani. Perempuan 30 tahun asal Tangerang ini mengaku kaget berat setelah divonis limfoma atau kanker getah bening stadium 4 yang telah bermetastasis ke otak. Yang bikin makin surprise, ia selama ini merasa sudah melakukan semua hal yang benar untuk kesehatannya.
"Karena, lifestyle aku tuh cukup baik. Aku olahraga, makan aku juga terjaga, aku enggak ngerokok, aku enggak minum [alkohol], aku juga jarang begadang," ungkap Naya di akun Instagram pribadinya, seperti dikutip CNNIndonesia.com.
Pertanyaannya, kalau pola hidup sudah sebaik itu, kenapa bisa kena? Bukankah selama ini kita selalu disuruh rajin olahraga dan makan sehat biar terbebas dari penyakit kronis?
Bukan Sekadar Soal Gaya Hidup
Dokter spesialis penyakit dalam, Ario Perbowo Putra, menjelaskan limfoma terjadi ketika limfosit—salah satu jenis sel darah putih—mengalami perubahan genetik dan berkembang biak tanpa kendali. Nah, di sinilah bagian yang sering disalahpahami banyak orang.
"Pada sebagian besar pasien, penyebab tunggal mengapa perubahan tersebut terjadi tidak dapat ditentukan," kata Ario kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/8).
Artinya, ada faktor lain di luar kendali kita yang berperan besar. Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko antara lain gangguan sistem imun seperti HIV, penggunaan obat penekan kekebalan, infeksi virus Epstein-Barr, hepatitis C, hingga bakteri H. pylori. Riwayat terapi radiasi atau kemoterapi, penyakit autoimun, faktor genetik, dan riwayat keluarga juga bisa ikut ambil bagian.
Mengapa Orang Sehat Bisa Kena Limfoma?
Faktor risiko memang bukan vonis. Banyak pasien limfoma justru tidak punya faktor risiko yang jelas. Kondisi ini sekaligus menjawab kebingungan publik soal orang yang rutin berolahraga dan menjaga asupan makanan tetap bisa di