Bukti Keseriusan RI Terhadap Paris Agreement Lewat Capaian EBT

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:48:54 WIB
Direktur Jenderal Energi Baru. ( sumber : net )

JAKARTA - Pejabat Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa hingga waktu ini bagian bauran energi baru terbarukan telah menyentuh 17% untuk mendukung Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.

Hal tersebut menjadi tanda bahwa negara benar-benar serius dalam menerapkan Paris Agreement berkaitan dengan tujuan Net Zero Emission (NZE) 2060.

Sebagaimana diketahui, proporsi pemanfaatan EBT telah ditetapkan menembus 76% (52,9 GW) di dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034 dari total target tambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 GW.

"Kemarin di triwulan pertama 18 persen, mungkin ada sedikit masuk pembangkit gas dan lainnya, maka sedikit terkoreksi ke 16,8 sampai 17 persen," kata Eniya Listiani Dewi saat berada di acara The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta International Convention Center, Rabu (19/8/2026).

Dari total tersebut, tutur Eniya Listiani Dewi, porsi terbesar masih disumbang oleh Fatty Acid Methyl Ester (FAME) tipe biodiesel sejumlah 5,2 persen, diikuti oleh hidro (PLTA) 3,5 persen serta panas bumi sebesar 2,2 persen.

"Kami harapkan di akhir RUPTL nanti dengan naiknya 5,2 GW, porsinya (panas bumi) naik menjadi 4,5 persen dan PLTS, masih 0,5. Jadi surya itu masih terkecil. Ini yang perlu kami berikan atensi, arahan Pak Presiden juga sudah ada pengembangan PLTS, kami harapkan itu bisa menjadi kontributor untuk menaikkan energi baru terbarukan," tutup Eniya Listiani Dewi.

Tags

Terkini

Persiapan Pensiun Dini Agar Finansial Aman Masa Depan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:13:51 WIB

Ide Bisnis Sampingan dan Kegiatan Setelah Pensiun Dini

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:58:01 WIB