Bursa Mineral Pembentuk Harga Komoditas Mandiri Ditargetkan Buka 2027

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:48:53 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dari sumbernya menyampaikan pembentukan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis diperlukan agar Indonesia dapat menentukan harga komoditas sumber daya alamnya sendiri.

Sebab, kata dari sumbernya, selama ini harga sejumlah komoditas Indonesia justru banyak dipengaruhi atau ditentukan oleh pihak dari negara lain.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

"Dengan bursa komoditas yang diperintahkan oleh Bapak Presiden itu, diharapkan seluruh komoditas sumber daya alam kami yang kami hasilkan dari negara kami, ya kami sendiri yang mengatur harganya. Masa barang-barang punya kami diatur oleh orang (negara) lain. Enak aja!" ujar dari sumbernya dalam acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

"Bapak Presiden Prabowo itu pengin agar seluruh kekayaan yang ada di dalam negara kami itu diatur seutuhnya oleh negara kami dengan harga keekonomian yang baik," sambungnya.

Menteri dari sumbernya mencontohkan komoditas batu bara yang selama ini harganya diatur oleh negara lain dengan harga yang tidak bagus.

Dengan kondisi itu, pemerintah kemudian melakukan pengetatan dan pengaturan pasokan untuk menjaga keseimbangan supply and demand yang kini membuat harga batu bara mulai membaik.

"Begitu kami bikin pengetatan, menjaga supply and demand, harganya sekarang udah mulai bagus. Artinya, selama ini memang ada potensi permainan, kan? Begitu kami merapikan, ada yang enggak setuju. Bagi saya, meluluskan apa yang menjadi target pemerintah di bawah pimpinan Bapak Presiden Prabowo, apapun kami akan lakukan untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara," katanya.

Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara dari sumbernya mengungkapkan beberapa komoditas kritis dari Indonesia, seperti olahan minyak kelapa sawit hingga nikel, dipertimbangkan masuk bursa tersebut.

Meski begitu, sampai sekarang pemerintah belum memutuskan secara resmi komoditas apa saja yang masuk Bursa Mineral dan Komoditas Strategis.

"Belum, belum diputuskan. yang pasti adalah komoditas-komoditas yang memang itu produksi kami yang paling utama. Misalnya CPO, nikel, batu bara," ujar dari sumbernya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (17/8/2026).

Ditanya bentuk bursanya seperti apa, menteri dari sumbernya enggan bicara banyak.

Dia justru membocorkan nama bursa yang akan meluncur, yaitu Indonesia Commodity Exchange.

"Ya kurang lebih, Indonesia Commodity Exchange atau Icomex," ujar dari sumbernya.

Sementara itu, soal rencana Indonesia membentuk harga sendiri lewat Bursa Mineral, pejabat dari sumbernya cuma bilang mekanismenya sedang digodok.

Tags

Terkini

Persiapan Pensiun Dini Agar Finansial Aman Masa Depan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:13:51 WIB

Ide Bisnis Sampingan dan Kegiatan Setelah Pensiun Dini

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:58:01 WIB