Menteri PU Minta Pemkab Nagekeo Serahkan Data Kerusakan Akibat Gempa

Rabu, 19 Agustus 2026 | 10:29:00 WIB
Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Ir. Dody Hanggodo (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (Menteri PU) Dody Hanggodo mempercepat pemulihan sarana dan prasarana terdampak bencana gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan meninjau secara langsung wilayah Kabupaten Nagekeo pada Senin, 16 Agustus 2026.

Dody meninjau tempat pengungsian dan beberapa bangunan terdampak gempa untuk memastikan proses penanganan fasilitas publik berjalan cepat serta tepat.

“Kami hadir pada setiap bencana karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama dan secepatnya kita harus bangkit,” kata Dody dalam keterangan, Selasa (18/8/2026).

Dody meminta Pemerintah Kabupaten Nagekeo segera menyodorkan data sementara dan titik kerusakan supaya Kementerian PU dapat mengerahkan petugas untuk melakukan pengecekan dan penanganan.

Dody menyampaikan permintaan tersebut saat berkoordinasi dengan Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta perwakilan BNPB, Kodim Nagekeo, dan Basarnas.

“Kami mohon diberikan data lengkap dan titik-titiknya sehingga kami bisa menurunkan tim segera, berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, mengecek satu per satu, dan langsung bekerja,” ujar Dody.

Dody menegaskan, Kementerian PU siap memberikan dukungan teknis dan menangani fasilitas umum berdasarkan prioritas yang ditetapkan pemerintah daerah.

"Terkait mana yang prioritas, nanti biar Pak Bupati yang menentukan dan kita yang mulai kerjakan,” tuturnya.

Guncangan gempa magnitudo 7,7 yang melanda Pulau Flores berdampak pada beberapa saluran jalan dan jembatan di NTT.

Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT telah memobilisasi personil serta peralatan untuk memulihkan akses jalan yang terdampak tanah longsor dan kerusakan badan jalan.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani dampak bencana gempa bumi yang menguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026).

Sejumlah alat berat dikerahkan guna membersihkan endapan longsor yang menutupi badan jalan nasional di beberapa kawasan.

Menteri PU Dody Hanggodo menginstruksikan seluruh jajaran balai di NTT meningkatkan kesiapoperasionalan serta memberikan dukungan penuh dalam penanganan pascabencana.

"Kesiapan personel, alat berat, serta koordinasi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting untuk memastikan infrastruktur yang terdampak dapat segera dipulihkan," kata Dody di Jakarta, Sabtu.

Dody juga menyampaikan belasungkawa kepada masyarakat yang terdampak gempa.

"Saya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Semoga masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan keselamatan, serta proses penanganan dan pemulihan dapat berjalan dengan baik. Kementerian PU akan terus mendukung upaya penanganan di lapangan sesuai kebutuhan," katanya dikutip dari Sumbernya, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan laporan BMKG, gempa berkekuatan sekitar M7,7 berpusat di wilayah pantai utara Pulau Flores, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo-Mbay, NTT.

Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Ditjen Bina Marga, Kementerian PU melakukan pemantauan dan pemetaan kondisi fasilitas secara bertahap karena masih terdapat potensi gempa susulan.

Hasil pemantauan awal menunjukkan beberapa reruntuhan tebing menutupi badan jalan nasional.

Ruas terdampak antara lain Malwatar-Bts Kota Ruteng, Ruteng-Km 210, Ruteng-Reo-Kedindi, Km 210-Bts Kabupaten Manggarai, Gako-Aigela-Bts Kota Ende, Danga-Maropokot, Kota Ende-Wolowaru, serta Wolowaru-Maumere.

Untuk menjaga konektivitas, Kementerian PU menyiagakan alat berat ke sejumlah titik.

Di wilayah kerja PPK 3.3, satu unit loader bergerak ke lokasi terdampak.

Sementara di PPK 3.4, satu unit excavator dikerahkan guna menangani material longsoran.

Adapun di wilayah PPK 4.1, dua unit loader telah menuju lokasi dan satu unit excavator disiagakan di Ende.

Peralatan tersebut digunakan guna mempercepat pembersihan material yang menutup atau mengganggu badan jalan.

Langkah ini dilakukan supaya akses transportasi masyarakat tetap terhubung sekaligus mendukung pergerakan dalam proses penanganan bencana.

Kepala BPJN NTT Janto mengatakan tim di lapangan untuk sementara memprioritaskan pembersihan material longsoran dari badan jalan.

Tags

Terkini

Persiapan Pensiun Dini Agar Finansial Aman Masa Depan

Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:13:51 WIB

Ide Bisnis Sampingan dan Kegiatan Setelah Pensiun Dini

Kamis, 20 Agustus 2026 | 12:58:01 WIB