Pemerintah Dorong Percepatan Impor Daging Sapi Dan Kerbau Tekan Harga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:01:56 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Perdagangan angkat bicara mengenai publikasi Badan Pusat Statistik (BPS) terkait harga rerata daging sapi yang kini berada pada level Rp 143.737 per kilogram (kg).

Capaian nilai jual tersebut berada di atas batas Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan senilai Rp 140.000/kg.

Disampaikan oleh otoritas terkait bahwa merujuk data SP2KP Kemendag, rata-rata harga di tingkat nasional memang sudah melebihi HAP.

Peningkatan harga di daerah tertentu bahkan jauh lebih tinggi lantaran sulitnya akses pengiriman barang.

"Ya kalau rata-rata nasionalnya kan Rp 142.000 rata-rata nasionalnya kalau di SP2KP. Memang ada di daerah tertentu itu yang lebih tinggi, terutama yang jangkauan distribusinya mungkin tidak semudah di daerah lain ya," sebut dari sumbernya di gedung kementerian, Jakarta Pusat, Rabu (12/8/2026).

Oleh karena itu, jajaran pemerintah mendesak para pemegang izin impor untuk menggenjot masuknya pasokan guna menekan lonjakan harga di dalam negeri.

Diungkapkan bahwa capaian impor daging sapi saat ini belum mencapai setengah dari total alokasi yang disetujui.

"Izin semua juga langsung kami keluarkan, tapi realisasinya memang masih ya mendekati 50%. Jadi, kami minta untuk segera mencari sumber atau supplier di luar negeri yang harganya tentu lebih bagus sehingga bisa menutup harga-harga yang ada di dalam negeri ini," ungkap dari sumbernya.

Faktor pemicu lambatnya pemenuhan stok tersebut adalah membengkaknya biaya pengiriman barang dan transportasi kapal sebagai dampak dari kenaikan harga minyak dunia.

Hal tersebut mendorong importir untuk mencari alternatif negara asal barang yang memiliki jarak lebih terjangkau.

"Kan karena biaya logistik ya karena harga minyak ini kan dampaknya biaya logistik, biaya transportasi kapal itu kan naik. Makanya akan cari misalnya produk-produk mungkin yang lebih dekat atau bagaimana gitu," papar dari sumbernya.

Meskipun pasokan terbesar selama ini didatangkan dari Australia, pemerintah memberi ruang bagi importir untuk menjajaki negara produsen lain.

Selain sapi, pemerintah juga akan menggenjot pemenuhan kuota impor daging kerbau yang harganya relatif lebih terjangkau.

Disampaikan bahwa realisasi untuk impor daging kerbau tersebut saat ini juga masih terbatas.

"Termasuk mungkin kami itu juga sebenarnya ada kuota untuk daging kerbau juga kan ya. Itu kan juga relatif lebih murah itu realisasinya juga belum terlalu banyak. Jadi nanti kami akan upayakan semua realisasi impor daging baik sapi maupun kerbau ini segera terealisasi," terangnya.

Dalam kabar sebelumnya, pihak BPS melaporkan bahwa harga daging sapi pada awal Agustus naik 0,54% dibanding bulan Juli 2026.

Secara akumulatif nasional, rerata harga komoditas tersebut pada pekan pertama Agustus 2026 sudah mencapai Rp 143.737/kg.

"Bahkan di minggu pertama bulan Agustus itu per kilogramnya menyentuh Rp 143.737 per kilogram," kata dari sumbernya dalam rapat forum inflasi daerah, Senin (10/8/2026).

BPS juga menghimpun data daerah yang mencetak kenaikan signifikan, seperti Kabupaten Kubu Raya yang harganya 17,86% di atas HAP yakni Rp 165.000 per kg.

"Contoh kedua adalah Kabupaten Melawi yang sudah harga (daging) sapinya 28,6% di atas HAP dan saat ini sudah menyentuh Rp 180.000 per kilogram," pungkas dari sumbernya.

Tags

Terkini

Solusi Komplain Pelanggan Service Pasang AC Terkini

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:59:01 WIB

Manajemen Bisnis Teknisi Service Pasang AC Paling Tepat

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:55:01 WIB

Strategi Pemasaran Digital Jasa Service Pasang AC Sukses

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:53:01 WIB

Rincian Modal Awal Usaha Service Pasang AC Terbaru

Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:51:01 WIB