Tarif Impor AS Ke Indonesia 10 Persen Pihak Pemerintah Incar Tarif Rendah

Tarif Impor AS Ke Indonesia 10 Persen Pihak Pemerintah Incar Tarif Rendah
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso (FOTO: NET)

JAKARTA - Pejabat tinggi di Kementerian Perdagangan menerangkan dinamika terkini mengenai bea masuk yang diberlakukan Amerika Serikat (AS) kepada Indonesia.

Menurut keterangannya, besaran biaya yang kini dibebankan bagi Indonesia menyentuh angka 10%, bukan lagi 18% layaknya regulasi balasan terdahulu.

Pihaknya menerangkan, besaran bea balasan untuk Indonesia sempat dipatok di angka 19%, sebelum disesuaikan menjadi 18%.

Kendati demikian, aturan itu digugurkan Mahkamah Agung (MA) AS hingga era kepemimpinan Presiden Donald Trump menetapkan tarif dasar 10% bagi seluruh bangsa selama 150 hari.

"Jadi kan resiprokal tarif setelah dianulir oleh MA, kemudian berlaku 10% selama 150 hari untuk semua negara. Itu berarti tanggal 24 Juli sudah selesai," jelas dari sumbernya di kantor kementerian, Rabu (12/8/2026).

Setelah durasi tersebut rampung, AS menggelar penyelidikan mengacu pada Section 301 untuk sejumlah mitra, yang mana salah satu perhatian utamanya mencakup isu isu tenaga kerja atau kerja paksa pada alur manufaktur.

Sejumlah kawasan dikenai bea 12,5%, sedangkan Indonesia memperoleh tingkat 10%.

"Yang 18% kan sudah hilang lama, diganti 10% yang 150 hari. Nah, artinya setelah tanggal 24 apalagi? Berarti kan itu sudah habis, ternyata (AS) membuat inisiasi section 301 itu dan sudah selesai dilakukan. Yang force labor-nya kami kena 10%, beberapa negara lain sebagian besar negara lain kena 12,5%," tuturnya.

Indonesia mengantongi tingkat bea yang tergolong lebih bersahabat lantaran salah satu pemicunya telah menyepakati ART (Agreement on Reciprocal Trade) bersama pihak AS.

Menurutnya, komitmen dagang tersebut menjadi faktor kunci yang menempatkan posisi Indonesia lebih menguntungkan ketimbang beberapa negara tetangga.

"Karena negara-negara lain sekarang masih ngejar ART, kami sudah selesai. Negara lain seperti kemarin ketemu Thailand ya, Mendag Thailand bilang akhir tahun ini terus akan rapat dengan Amerika untuk mendapatkan ART, sementara kami sudah selesai," sebut dari sumbernya.

Meskipun begitu, pihak otoritas menegaskan tak akan puas hanya pada kisaran 10%.

Langkah negosiasi bakal terus ditempuh demi mengamankan pemotongan bea yang lebih ringan, utamanya bagi produk-produk ekspor andalan tanah air.

"Ya sementara kan itu masih berlaku, tapi kan semua berkembang, tapi kami akan mengejar untuk lebih banyak lagi mendapatkan tarif yang lebih bagus," tutup dari sumbernya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index