Alasan OJK Baru Resmi Luncurkan ETF Emas Setelah Dikaji Belasan Tahun

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:10:44 WIB
Alasan OJK Baru Resmi Luncurkan ETF Emas (FOTO: NET)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menilai kehadiran exchange traded fund emas menjadi fase krusial dalam memperluas jangkauan investasi sekaligus memperkuat ekosistem pasar bullion tanah air.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friederica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa instrumen ini merupakan elemen dari program penguatan pasar yang terpadu.

Produk ini juga menjadi pencapaian cepat dalam mematangkan rantai bisnis bullion domestik.

"ETF emas ini juga menandai perluasan pasar bullion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF emas,” kata Friederica dalam peluncuran ETF emas, di Bursa Efek Indonesia, Senin (10/8/2026).

Menurut Friederica Widyasari Dewi, formulasi ETF emas sebenarnya telah dijadikan wacana yang dipelajari selama 10–15 tahun.

Kendati demikian, produk keuangan tersebut baru bisa dieksekusi setelah ada penyesuaian aturan serta kesiapan infrastruktur industri keuangan.

"ETF emas ini sebetulnya sudah merupakan cita-cita kami semua sejak mungkin 10–15 tahun lalu melalui kajian, riset, dan lain-lain. Namun waktu itu belum dimungkinkan. Saat ini kami sudah siap untuk meluncurkan ETF emas di Indonesia,” ujarnya.

Friederica Widyasari Dewi menuturkan bahwa ETF emas telah mengantongi pemenuhan asas syariah merujuk pada ketentuan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia.

Kondisi ini diprediksi mampu menjaring lebih banyak pemodal lantaran menyajikan sarana investasi emas yang selaras dengan kaidah syariah.

“ETF emas ini sudah mendapatkan kesesuaian prinsip syariah berdasarkan fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia,” kata Friederica.

Di samping pemenuhan asas syariah, Friederica Widyasari Dewi menganggap ETF emas sanggup menjadi opsi investasi yang terbuka bagi semua pihak sekaligus berlaku sebagai pelindung nilai kala kondisi pasar bergejolak.

“Ini merupakan salah satu investasi yang merupakan safe haven, pelindung di saat mungkin terjadi volatilitas dan lain sebagainya,” ujarnya.

Peresmian ETF emas juga menjadi bagian dari pembenahan sektor modal yang sedang dipicu dari Sumbernya melalui pemaksimalan likuiditas, keterbukaan informasi, tata kelola, dan penegakan etika.

Friederica Widyasari Dewi menegaskan bahwa langkah penguatan itu krusial guna merawat kepercayaan para penanam modal di tengah maraknya pertumbuhan pelaku pasar modal nasional.

Hingga Agustus 2026, catatan Single Investor Identification telah menembus 30,27 juta pendaftaran.

Berdasarkan penjelasannya, tren kenaikan tersebut bukan sekadar menampilkan lonjakan angka penanam modal, melainkan memantulkan makin kuatnya keyakinan publik pada industri pasar modal.

“Tidak hanya sekadar angka, tetapi makna di balik itu bahwa ada trust, ada confidence, ada harapan masyarakat Indonesia terhadap pasar modal Indonesia,” tuturnya.

Friederica Widyasari Dewi menandaskan bahwa kehadiran ETF emas wajib diiringi pembenahan tata kelola dan keterbukaan informasi supaya pembaharuan ini sanggup menyokong penguatan pasar secara berkesinambungan.

“ETF emas akan membuka akses investasi yang lebih inklusif,” kata Friederica Widyasari Dewi.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menerangkan bahwa lima Manajer Investasi telah merampungkan tahapan pencatatan dan siap mentransaksikan produk ETF emas, sedangkan dua Manajer Investasi lainnya masih dalam proses pemenuhan syarat.

Kelima varian ETF emas tersebut membawa spesifikasi serta nilai perdana pencatatan yang tidak sama.

Pertama, XGLD yang dikeluarkan PT Indo Premier Investment Management bersama Dealer Partisipan PT Indo Premier Sekuritas, dengan patokan nilai awal sebesar Rp256.

Kedua, XDES yang dikeluarkan PT BRI Manajemen Investasi bersama Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas, dengan patokan nilai awal sebesar Rp1.000.

Ketiga, XMES yang dikeluarkan PT Mandiri Manajemen Investasi bersama Dealer Partisipan PT Mandiri Sekuritas, dengan patokan nilai awal sebesar Rp757.

Keempat, XSGO yang dikeluarkan PT Syailendra Capital bersama Dealer Partisipan PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, dengan patokan nilai awal sebesar Rp1.000.

Kelima, XTRA yang dikeluarkan PT Trimegah Asset Management bersama Dealer Partisipan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk, dengan patokan nilai awal sebesar Rp248.

Iding Pardi menyatakan pihak bursa tidak menempatkan nilai kelolaan dana sebagai indikator tunggal keberhasilan ETF emas pada masa awal peluncurannya.

Tags

Terkini

Bisnis Jualan Risoles Mayones & Pastel Renyah Frozen

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:14:24 WIB

Trik Pemasaran Digital UMKM Kuliner Paling Ampuh

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:08:56 WIB

Rekomendasi Mesin Vacuum Sealer Terbaik Skala Rumahan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:06:01 WIB

Standar Higienis Produksi Makanan Beku Skala Rumahan

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:03:02 WIB

Cara Menghitung Modal Usaha Kuliner Rumahan Yang Tepat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 17:01:01 WIB