Stok Pangan 2026 Terkuat, Cadangan Beras Capai 5 Juta Ton

Jumat, 07 Agustus 2026 | 14:30:54 WIB
Pemerintah akan mulai menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua pada 17 Agustus 2026. ( sumber : net )

JAKARTA - Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman menganggap situasi ketersediaan pangan nasional pada tahun ini jauh lebih kokoh bila dibandingkan sejumlah tahun lewat.

Menurut dari Sumbernya, cadangan beras pemerintah kini menggapai sekitar 5 juta ton.

Kuantitas itu melonjak tajam bila dibandingkan 2023 yang cuma sekitar 1 juta ton, bahkan sempat merosot sampai 500.000 ton.

"Jadi sudah overlap, aman, Insya Allah. Stok kami dulu 2023, kalau tidak salah itu 1 jutaan stok kami. Bahkan, pernah 500 ribu stok kami di gudang, sekarang 5 juta, jadi insya Allah aman," ujar dari Sumbernya dalam keterangan resmi yang diterima, Jumat (7/8/2026).

Persediaan beras yang besar dipandang krusial guna merawat kestabilan pasokan, menghadang gejolak tarif, serta memastikan bermacam program pangan pemerintah tetap terlaksana.

Sampai permulaan Agustus 2026, penyerapan hasil panen petani domestik sudah menggapai 3,5 juta ton setara beras.

Nomor tersebut mendekati sasaran 4 juta ton sepanjang tahun.

Amran menyebutkan, penguatan persediaan beras pun ditopang kebijakan anyar Bapanas lewat Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026 yang menata rumus pembiayaan penugasan Perum Bulog.

Dalam regulasi tersebut, margin penugasan Bulog dihitung berdasarkan total biaya pengadaan beras dalam negeri dan biaya kemasan setelah dikurangi hasil penjualan produk samping.

Nilai tersebut kemudian dibagi dengan kuantum pengadaan setara beras untuk memperoleh margin per kilogram.

Selanjutnya, angka itu dikalikan 7 persen sebagai dasar penetapan margin.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menilai penyesuaian margin menjadi 7 persen merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap Bulog.

Menurut dari Sumbernya, kenaikan margin memberi ruang lebih besar bagi Bulog untuk meningkatkan penyerapan gabah petani, menjaga kualitas stok, serta memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

"Suku bunga pinjaman bank turun dari 8 persen menjadi 5 persen. Di mana dari 5 persen itu, 3 persen diantaranya dicicil Bulog, sedangkan yang 2 persen disubsidi oleh pemerintah. Itu kan syukur sekali, kami bersyukur sekali," ujar dari Sumbernya.

Bulog juga berkomitmen memanfaatkan tambahan margin tersebut untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta mutu beras yang disalurkan kepada masyarakat.

Tags

Terkini