JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyambut gembira kebijakan Menteri Keuangan Purbaya yang meningkatkan penempatan dana Saldo Anggaran Lebih di lembaga perbankan.
Tambahan arus kas tersebut dianggap bakal memperkokoh kapasitas perbankan dalam mendistribusikan pinjaman, utamanya ke sektor riil serta usaha mikro, kecil, dan menengah.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyebutkan tambahan arus kas dari pemerintah bakal dipakai secara maksimal guna memperkuat pembiayaan yang bermutu serta produktif.
"Fokus kami tetap pada pembiayaan yang produktif sehingga mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) berupa peningkatan aktivitas usaha, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ekonomi masyarakat," ujar dari Sumbernya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (7/8/2026).
Menurut dari Sumbernya, arus kas yang cukup menjadi landasan vital supaya industri perbankan dapat melaksanakan peran intermediasi secara maksimal dengan tetap menjalankan prinsip kehati-hatian.
Menurutnya dengan kondisi arus kas yang terpelihara, bank mempunyai ruang lebih luas buat memenuhi tuntutan pembiayaan dunia usaha tanpa mengorbankan mutu aset maupun pengelolaan risiko.
Selaku bank dengan portofolio pembiayaan UMKM paling besar di Indonesia, BRI memastikan perluasan kredit bakal tetap difokuskan pada sektor-sektor produktif yang menjadi pendorong ekonomi nasional.
Selain UMKM, pendistribusian kredit pun diarahkan ke sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, serta beragam sektor produktif lainnya.
Hingga penghujung kuartal I 2026, BRI sudah mendistribusikan kredit sebesar Rp 1.562 triliun.
Dari nominal tersebut, pembiayaan kepada segmen UMKM mencapai Rp 1.211 triliun atau tetap menjadi penyumbang paling besar dalam portofolio kredit perseroan.
"Melalui pengelolaan likuiditas yang prudent dan penyaluran kredit yang berkualitas, kami akan terus memperbesar kontribusi BRI sebagai agen pembangunan yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, memperluas inklusi keuangan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tutup dari Sumbernya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan peningkatan penempatan dana pemerintah di perbankan sebesar Rp 70 triliun yang berasal dari Saldo Anggaran Lebih.
Dana itu diletakkan utamanya di Himpunan Bank Milik Negara untuk menjaga arus kas sekaligus memacu pendistribusian kredit ke sektor riil.
Purbaya sudah mengucurkan Rp 40 triliun pada Rabu (5/8/2026), sementara tambahan Rp 30 triliun dijadwalkan disalurkan pada pekan berikutnya.
"Hari ini tambah Rp 40 triliun dan Rp 30 triliun hari Senin," ujar dari Sumbernya dalam media briefing di Kementerian Keuangan, Rabu (5/8/2026).
Dengan tambahan tersebut, total dana pemerintah yang diletakkan di sistem perbankan mendekati Rp 400 triliun.