Sidak Ritel Modern Dirut Bulog Pamer Beras Premium Befood Paling Murah

Kamis, 06 Agustus 2026 | 10:26:57 WIB
Sidak Ritel Modern Dirut Bulog Pamer Beras Premium (FOTO: NET)

JAKARTA - Pimpinan Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, secara tiba-tiba mendatangi toko Swalayan Modern di area Radio Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (5/8/2026) malam.

Pihaknya memastikan komoditas beras premium Bulog berada di lokasi dan dipasarkan dengan nominal paling murah.

Rizal memimpin peninjauan mendadak (sidak) menuju toko Grand Lucky Radio Dalam.

Dia mendapati aneka beras kelas premium tetap berjajar rapi memenuhi tempat penyimpanan komoditas pangan.

"Malam hari ini sengaja saya beserta tim melaksanakan sidak di salah satu ritel modern yang ada di Radio Dalam. Kita saksikan bersama bahwa masih banyak produk beras premium di sini, dan beras-beras ini juga masih penuh, enggak ada yang kosong," kata Rizal, dikutip Kamis (6/8/2026).

Dirinya juga mengecek ketersediaan dagangan beras premium kepunyaan Bulog dengan varian Befood Punokawan dan Befood Setra Ramos.

Bahkan, nilai jualnya sesuai dengan batas Harga Eceran Tertinggi (HET), sebesar Rp 14.900 per kilogram (kg) atau senilai Rp 74.500 buat kantong lima kilogram.

Sebagai pembanding, nominal beras premium bermerek Anak Raja dipasarkan Rp 94.500, lalu merek Topi Koki Rp 126.900 pada takaran serupa (lima kilogram).

"Jadi, harganya cukup jauh. Ini dengan Anak Raja saja bedanya Rp 20.000, apalagi dengan Topi Koki bedanya hampir sekitar Rp 50.000 lebih," ujarnya.

"Nah, ini menunjukkan kehadiran negara untuk memberikan harga yang semurah-murahnya kepada masyarakat. Tujuannya, di situasi saat ini perlu support dari pemerintah untuk memberikan harga terbaik bagi konsumen, khususnya masyarakat," imbuh Rizal.

Sekarang, total persediaan beras yang dipegang Bulog hampir menyentuh 5,3 juta ton dan terdistribusi di wilayah tanah air.

Volume ini dipastikan kian naik mengingat aktivitas pemetikan hasil tani masih berlangsung di bermacam daerah sentra panen.

"Stok yang dikuasai Bulog saat ini berada dalam kondisi lebih dari cukup dan tersebar di seluruh Indonesia. Masyarakat tidak perlu khawatir karena Bulog memastikan pasokan tetap aman," katanya.

"Selain menjalankan penugasan pemerintah melalui beras SPHP, kami juga terus memperluas distribusi beras premium produksi Bulog agar semakin mudah dijangkau masyarakat melalui ritel-ritel modern," imbuh Rizal.

Satu rentang waktu sebelumnya, regulator sah mengetok margin keuntungan di angka 7 persen per kilogram dari penjualan pangan beras milik Perum Bulog.

Pengangkatan marjin itu diperkirakan mampu memicu peningkatan perolehan laba Bulog menuju angka Rp 1,14 triliun pada kurun tahun 2026.

Keputusan tersebut tertera dalam aturan Regulasi Badan Pangan Nasional Nomor 3 Tahun 2026.

Ketentuan itu sekalian mendongkrak porsi margin Bulog dari nominal Rp 50 per kg menuju Rp 970 per kg.

"Margin Bulog yang dulunya per kilo Rp 50 sekarang menjadi 7 persen. Nah, 7 persen itu kalau dikalkulasikan dengan angka menjadi sekitar Rp 970," kata Rizal di Kantor Bulog, Jakarta, Senin (3/8/2026).

"Sehingga dengan Rp 970 tersebut, kalau diperhitungkan sampai dengan akhir tahun, diproyeksikan neraca keuangan Bulog akan menjadi positif, yaitu sekitar Rp 1,14 triliun," imbuh dia.

Menurut padangannya, pergeseran angka ini tidak semata-mata menjadi keuntungan murni, tetapi bakal mengerek kualitas performa dari Bulog untuk publik.

"Dengan penambahan hasil yang positif ini, kami Bulog akan memperbaiki dan menaikkan kualitas serta tingkat pelayanan kami kepada masyarakat. Kami berjanji akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan negara Republik Indonesia," beber dia.

Tags

Terkini