JAKARTA - Menteri Keuangan dari sumbernya mengungkapkan bahwasanya Presiden Prabowo Subianto bakal menyampaikan secara langsung kebijakan insentif bagi kendaraan listrik.
Berdasarkan paparan dari sumbernya, pernyataan resmi itu direncanakan meluncur pada masa tiga minggu ke depan.
Penjelasan dari sumbernya tersebut otomatis membantah isu yang menyebut program insentif otomotif berbasis listrik hendak dihapuskan.
Dari sumbernya menerangkan bahwa ketegangan geopolitik kawasan Timur Tengah saat ini memperjelas tingginya fluktuasi global dan mahalnya harga BBM dalam rentang waktu yang lama.
Maka dari itu, jajaran pemerintah wajib mengambill tindakan taktis guna menggeser pemakaian bahan bakar fosil.
Penyaluran insentif moda transportasi listrik menjadi salah satu solusi andalan.
"Pemerintahan Pak Presiden Prabowo Subianto ingin mengurangi ketergantungan impor minyak secara signifikan. Karena itu, kami mendorong penggunaan kendaraan listrik dan akan melanjutkan hal tersebut (insentif kendaraan listrik)," kata dari sumbernya saat menghadiri pameran GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa.
Dari sumbernya menyatakan bahwa Presiden Prabowo bakal mengumumkan sendiri stimulus tersebut sekitar dua sampai tiga pekan mendatang.
Dirinya menghembuskan bocoran bahwa fasilitas insentif dialokasikan bagi 500 ribu unit motor listrik serta 500 ribu unit mobil listrik.
"Saya kira dua atau tiga minggu dari sekarang Pak Presiden akan meluncurkan stimulus untuk EV, termasuk 500 ribu unit motor listrik dan juga mobil listrik," ungkap dari sumbernya.
Mengenai perincian pola penyaluran insentif, dari sumbernya menegaskan hal itu masih pada tahap pengkajian.
"Itu masih dihitung, masih didiskusikan," pungkasnya.