OJK Temui 100 Investor Global, Soroti Reformasi Pasar Modal

Selasa, 04 Agustus 2026 | 11:22:49 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. ( sumber : net )

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan telah berjumpa bersama lebih dari 100 pemodal global guna menjabarkan bermacam reformasi yang sedang bergulir pada bursa saham Indonesia.

Di dalam sesi pertemuan tersebut, para pemodal memberikan apresiasi atas langkah OJK dalam mengokohkan integritas bursa, di samping itu turut menggarisbawahi krusialnya konsistensi penerapan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dari Sumbernya menuturkan bahwa masukan dari kalangan pemodal bakal menjadi masukan berharga bagi OJK demi terus memperkokoh pembaruan di bursa modal.

"Kami baru bertemu dengan lebih dari 100 investor global. Kami mendengarkan berbagai masukan yang sangat baik dan secara umum mereka juga mengapresiasi seluruh inisiatif yang kami lakukan. Yang ditunggu adalah konsistensinya," ujar dari Sumbernya, dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Senin.

Dari Sumbernya menyampaikan bahwa OJK senantiasa mengawal konsistensi pengaplikasian reformasi, utamanya lewat penguatan penindakan hukum terhadap pelbagai kecurangan di pasar modal.

Berdasarkan penjelasan beliau, sejumlah peraturan yang telah diumumkan sejak permulaan tahun saat ini mulai diterapkan.

Salah satu bentuknya yaitu peningkatan keterbukaan data kepemilikan pemodal yang melampaui 1 persen.

OJK pun mulai mewajibkan keterbukaan ultimate beneficial owner (UBO) untuk kepemilikan saham yang berada di atas 10 persen.

Di samping itu, pengelompokan data pemodal diperlebar dari semula sembilan menjadi 39 kelompok sehingga data yang tersaji menjadi semakin mendetail.

OJK turut mempertajam mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) lewat penyematan indikator price impact ratio.

Langkah tersebut difokuskan untuk meredam potensi rekayasa harga ataupun aktivitas perdagangan yang dijalankan secara terorganisir.

"Kami juga terus berkomitmen melakukan enforcement terkait kasus-kasus yang terjadi. Beberapa sudah diberikan sanksi, sementara beberapa lainnya akan segera diumumkan," imbuh dari Sumbernya.

Pihak OJK memandang keyakinan para pemodal terhadap bursa saham Indonesia menunjukkan tren penguatan.

Salah satu tolok ukurnya yakni kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merangkak naik melebihi 5 persen dalam rentang waktu sebulan belakangan.

Besaran pencapaian pengumpulan dana pada pasar modal pun konsisten bertumbuh.

Sampai detik ini, nominal fundraising sudah menembus angka Rp 113,13 triliun sekalipun situasi ekonomi dunia masih membenturkan diri pada pelbagai kendala.

Menurut dari Sumbernya, masih ada sejumlah penawaran umum perdana saham (IPO) serta aksi korporasi lainnya yang saat ini berada dalam daftar tunggu (pipeline).

Tags

Terkini