Neraca Perdagangan Indonesia Juni 2026 Alami Defisit Akibat Sektor Migas

Senin, 03 Agustus 2026 | 11:00:31 WIB
Ilustrasi Neraca Perdagangan Indonesia. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 0,45 miliar dollar AS atau sekitar Rp 8,14 triliun pada Juni 2026 (asumsi kurs Rp 18.087 per dollar AS).

Defisit tersebut terutama dipicu kinerja perdagangan komoditas minyak dan gas (migas) yang masih mencatatkan defisit cukup dalam.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan defisit perdagangan migas pada Juni 2026 mencapai 3,49 miliar dollar AS atau sekitar Rp 63,12 triliun.

"Defisit pada bulan Juni tahun 2026 terutama disebabkan oleh defisit pada komoditas migas yaitu defisit sebesar 3,49 miliar dollar AS dengan komoditas utama penyumbang defisit pada migas yaitu hasil minyak dan juga minyak mentah," ujar Ateng dari Sumbernya dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Di tengah defisit perdagangan migas, neraca perdagangan komoditas nonmigas masih mencatat surplus sebesar 3,04 miliar dollar AS atau sekitar Rp 54,99 triliun.

Menurut Ateng, surplus tersebut terutama disumbang komoditas lemak dan minyak hewani atau nabati (HS15), bahan bakar mineral (HS27), serta besi dan baja (HS72).

"Pada saat yang sama, neraca perdagangan komoditas nonmigas tercatat surplus sebesar 3,04 miliar dollar AS.

Adapun komoditas penyumbang surplus utama yaitu lemak dan minyak hewani atau nabati di HS15 serta bahan bakar mineral HS27 dan juga besi dan baja atau HS72," kata dia dari Sumbernya.

Meski mengalami defisit pada Juni, secara kumulatif neraca perdagangan Indonesia sepanjang Januari–Juni 2026 masih membukukan surplus sebesar 3,58 miliar dollar AS atau sekitar Rp 64,75 triliun.

Surplus tersebut ditopang surplus perdagangan nonmigas sebesar 19,35 miliar dollar AS atau sekitar Rp 349,98 triliun.

Sementara itu, perdagangan migas masih mengalami defisit sebesar 15,77 miliar dollar AS atau sekitar Rp 285,03 triliun.

“Surplus sepanjang periode Januari-Juni 2026 ditopang surplus komoditas nonmigas 19,35 miliar dollar AS, sementara komoditas migas masih mengalami defisit 15,77 miliar dollar AS,” jelas Ateng dari Sumbernya.

Tags

Terkini