Nilai Impor Indonesia Semester I 2026 Naik 18,69 Persen

Nilai Impor Indonesia Semester I 2026 Naik 18,69 Persen
Ilustrasi impor. ( SUMBER : NET )

JAKARTA - Badan Pusat Statistik mencatat nilai impor Indonesia sepanjang Januari-Juni 2026 mencapai 137,24 miliar dollar AS atau meningkat 18,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kenaikan impor terjadi baik pada komoditas migas maupun nonmigas.

"Jika dilihat menurut penggunaannya, secara kumulatif peningkatan nilai impor terjadi pada seluruh golongan penggunaan," kata Ateng dari Sumbernya dalam rilis BPS di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Impor migas tercatat sebesar 22 miliar dollar AS atau melonjak 38,71 persen secara tahunan.

Sementara itu, impor nonmigas mencapai 115,23 miliar dollar AS atau naik 15,50 persen dibandingkan semester pertama 2025.

BPS mencatat impor bahan baku dan barang penolong masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai 97,95 miliar dollar AS atau meningkat 18,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Ateng, kenaikan impor bahan baku terutama berasal dari komoditas bahan bakar mineral, mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, serta garam, belerang, batu, dan semen.

Dari sisi negara asal, peningkatan impor terjadi dari Tiongkok, Australia, kawasan ASEAN, dan Uni Eropa.

Sebaliknya, impor dari Jepang mengalami penurunan.

Secara bulanan, nilai impor Indonesia pada Juni 2026 mencapai 25,91 miliar dollar AS atau naik 34,27 persen dibandingkan Juni 2025.

Impor migas menjadi penyumbang kenaikan terbesar setelah melonjak 105,15 persen menjadi 4,56 miliar dollar AS.

Sementara itu, impor nonmigas meningkat 25,05 persen menjadi 21,35 miliar dollar AS.

"Nilai impor bahan baku penolong sebagai pendorong utama kenaikan impor naik secara tahunan cukup tinggi yaitu sebesar 38,94 persen dengan andil terhadap peningkatan impor sebesar 26,94 persen," kata Ateng dari Sumbernya.

Selain bahan baku, impor barang modal juga meningkat 26,53 persen, sedangkan impor barang konsumsi naik 17,46 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Sepanjang Januari-Juni 2026, tiga komoditas nonmigas dengan nilai impor terbesar adalah mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik.

"Ketiganya menyumbang sekitar 37,86 persen terhadap total impor nonmigas Indonesia," ungkapnya dari Sumbernya.

Nilai impor mesin dan peralatan mekanik naik 17,43 persen, sedangkan mesin dan perlengkapan elektrik meningkat 19,63 persen.

Adapun impor plastik dan barang dari plastik tumbuh 21,31 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

BPS juga mencatat China masih menjadi negara asal impor nonmigas terbesar Indonesia dengan nilai 48,82 miliar dollar AS, disusul Jepang sebesar 6,41 miliar dollar AS dan Australia sebesar 5,71 miliar dollar AS.

Ketiga negara tersebut menyumbang sekitar 52,89 persen terhadap total impor nonmigas Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index