RI Mulai Impor Minyak Dari Rusia Tahap Pertama Untuk Cadangan BBM Nasional

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:23:44 WIB
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia. (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyampaikan pihak pemerintah telah mendatangkan minyak mentah tahap awal dari Rusia.

Pengadaan ini dieksekusi oleh Badan Layanan Umum (BLU) energi, Lemigas Kementerian ESDM.

"Sudah kami lakukan tahap pertama, dilakukan oleh pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan diperintahkan lewat Lemigas," kata Bahlil usai acara Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JCC, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Walau demikian, dia tidak menerangkan lebih mendetail mengenai volume pemesanan ataupun waktu minyak mentah tersebut tiba di Indonesia.

Bahlil cuma menegaskan langkah pasokan itu dijalankan demi menjamin ketersediaan energi dalam negeri sebagai respon terhadap ketegangan pasar minyak dunia akibat perselisihan Amerika Serikat (AS) serta Iran.

"Kedaulatan bangsa nggak boleh diintervensi oleh negara lain, kami lagi butuh. Indonesia, pemerintah, dalam hal ini Menteri ESDM berkepentingan untuk menjaga stok cadangan daripada BBM kami. Saya nggak mau pusing mau ambil dari mana, yang penting tidak melanggar aturan, titik," tegasnya.

Sewaktu ditanyakan mengenai nilai harga minyak mentah dari Rusia tersebut lebih miring dibanding harga pasaran saat ini atau tidak, Bahlil enggan memberikan jawaban.

Dia hanya memberikan indikasi bahwasanya nilai transaksi pembelian tersebut masih lebih menguntungkan.

"Jangan tanya harga lah, yang jelas lebih baik," jawab Bahlil.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas), Laode Sulaeman, menyatakan belum dapat memberikan tanggapan mengenai pasokan minyak mentah dari Rusia itu.

"No comment dulu ya kalau impor dari Rusia. Nanti, kami tunggu comment-nya nanti, jangan sekarang," jawab Laode.

Sebagai informasi, Indonesia direncanakan bakal mendatangkan minyak dari Rusia sampai 150 juta barel.

Hal ini didapat setelah perjumpaan antara Presiden Prabowo Subianto serta Presiden Vladimir Putin beberapa waktu lalu.

Kendati begitu Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menuturkan pasokan minyak dari Rusia kelak tidak bakal langsung diproses menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Dia menuturkan minyak itu akan dijadikan cadangan penyangga energi nasional.

"Itu (Impor Minyak Rusia) menjadi cadangan penyangga energi nasional," ujar Yuliot saat ditemui di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Sementara itu saat dimintai keterangan perihal kabar mengenai telah tibanya pasokan minyak dari Rusia di Pelabuhan Balikpapan, Yuliot belum bisa memverifikasi berita itu.

Dia menyampaikan bakal terlebih dahulu memeriksa sumber serta jumlah minyak tersebut.

"Untuk itu pengadaan minyak itu kan ada Indonesia blend. Indonesia blend itu kan jadi minyak itu kan melalui supplier yang ada. Jadi, supplier yang ada itu ya kami terima dalam negeri adalah dalam bentuk blending, Nusantara blending," terang Yuliot.

"Jadi, saya rasa itu dari mana asal ini ya, apakah itu ada ya dari Rusia, berapa jumlahnya kami cek dulu ya," sambung Yuliot.

Terkini