Defisit APBN Capai Rp 196 Triliun Selama Semester I Tahun 2026 Ini

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:23:44 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (FOTO: NET)

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mengalami defisit senilai Rp 196,5 triliun sampai semester I-2026.

Capaian tersebut sebanding dengan 0,76% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Kondisi defisit APBN tersebut menandakan penerimaan negara lebih rendah jika dibandingkan dengan nilai pengeluaran atau belanja negara.

Tercatat penerimaan negara hingga Juni 2026 menyentuh Rp 1.459,4 triliun atau mengalami kenaikan 21,4% yoy.

Sedangkan belanja negara telah terealisasi senilai Rp 1.656 triliun atau naik sebesar 17,8%.

"Kinerja fiskal sepanjang semester -I menunjukkan tren semakin menguat. Pendapatan negara terus meningkat meningkat dari Rp 574,9 triliun pada akhir Maret menjadi Rp Rp 1.459,4 triliun pada akhir Juni," ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Secara lebih detail dijelaskan, penerimaan negara yang terhimpun Rp 1.459,4 triliun bersumber dari setoran pajak Rp 1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6%, kepabeanan dan cukai Rp 152 triliun atau bertambah 3,4%, serta penerimaan negara bukan pajak (PNBP) menembus Rp 271 triliun atau melonjak 21,6%.

Di samping itu, pengeluaran negara yang mencapai Rp 1.656 triliun berasal dari belanja pemerintah pusat sebesar Rp 1.298,6 triliun, serta alokasi transfer ke daerah senilai Rp 357,4 triliun.

"Dengan pendapatan yang tumbuh kuat, belanja produktif, dan pembiayaan dikelola secara terukur, defisit APBN tetap terkendali sebesar Rp 196,5 triliun atau 0,76% dari PDB. APBN-nya bagus, ekspansif dan mendukung pembangunan" tambah Purbaya.

 

Terkini