11 Perguruan Politeknik Resmi Disatukan Jadi Institut Kelautan Indonesia

Selasa, 21 Juli 2026 | 11:23:44 WIB
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) (FOTO: NET)

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatukan 11 politeknik dalam satu lembaga yang diberi nama Institut Kelautan Indonesia (IKI) atau Ocean Institute of Indonesia (OII).

Kebijakan penggabungan ini ditandai lewat penerbitan dua Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (Kepmen KP) Nomor 50 dan Nomor 51 Tahun 2026.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengutarakan gagas integrasi lembaga pendidikan vokasi di bawah naungan KKP telah bergulir cukup lama.

Trenggono menyebutkan sudah mendatangi seluruh lokasi kampus vokasi yang tersebar di bermacam wilayah Indonesia, beserta pola pendidikan maupun sarananya.

Bermula dari pengalaman itu, Trenggono menyebut sarana yang difungsikan sudah usang.

Lantaran itu, ia hendak memperbarui sistem pendidikan pada sebelas kampus politeknik tersebut agar selaras dengan tuntutan perkembangan industri.

"Saya ingin ini disatukan, ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, tujuan akhirnya dia. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya," ujar Trenggono dalam acara peresmian IKI, di Gedung Mina Bahari III, Jakarta Pusat, Selasa (21/7/2026).

Trenggono menegaskan, menggunakan dana APBN yang menanggung 100% alokasi pendidikan para mahasiswa, output akhirnya mesti memiliki kualifikasi tinggi serta sanggup memenuhi tantangan pasar industri global.

Apalagi, prospek ekonomi biru dalam sektor kelautan dan perikanan Indonesia tercatat sangat melimpah.

Dunia industri kelautan dan perikanan pada berbagai negara maju sekelas Jepang, Korea Selatan, sampai China mengantongi nilai bisnis perusahaan yang amat tinggi, menembus angka miliaran dolar.

Negara-negara itu membutuhkan ketersediaan tenaga kerja ahli berkualifikasi internasional.

"Karena kami ini dibiayai oleh negara 100% Coba bayangin, 100% dibiayai oleh negara. Biasiswa. Jadi hasilnya mestinya kualifikasinya juga harus hebat, Nah ini ukuran-ukurannya sehingga kemudian pada waktu itu saya berpikir ini harus dirombak, disesuaikan dengan kemajuan industri, perkembangan industri," beber Trenggono.

Selain ahli di disiplin ilmunya, Trenggono mengungkapkan para mahasiswa di perguruan vokasi naungan KKP wajib dilengkapi pemahaman ilmiah.

Oleh sebab itu, ia mendorong sinergi bersama instansi perguruan tinggi, seperti ITB, Undip hingga IPB.

"Misalnya saja budidaya rumput laut sudah sekian puluh tahun semenjak Indonesia ini merdeka. Sudah ada 11 politeknik yang begitu. Harusnya sangat luar biasa, tapi cara berbudidaya kami masih sangat tradisional. Ini yang mestinya harusnya dengan cara nanti bekerjasama dengan pendidikan tinggi, dengan kepala BRIN, ya tentu kemudian akan lahir industri-industri pendukung," terangnya.

Terkini