IHSG Hari Ini Berpeluang Lanjut Reli Efek Sentimen S&P Global

Selasa, 14 Juli 2026 | 14:52:40 WIB
Ilustrasi Investor mengamati data saham.(FOTO:NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk meneruskan tren penguatan pada perdagangan hari Selasa (14/7) usai sukses melewati level psikologis 6.000 pada penutupan perdagangan hari Senin (13/7).

Tren kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif pasca S&P Global Ratings memutuskan untuk mempertahankan peringkat kredit Indonesia.

Tim riset dari Phintraco Sekuritas berpandangan bahwa keputusan tersebut menjadi pendorong positif bagi pasar saham dalam negeri.

Hal ini dikarenakan para pelaku pasar sebelumnya sempat memperkirakan adanya potensi penurunan peringkat atau perubahan prospek akibat beragam tantangan ekonomi dunia.

"Sentimen positif berasal dari S&P Global Ratings yang menegaskan peringkat kredit Indonesia pada BBB dengan outlook tetap stabil. Hal ini direspons positif oleh pasar yang sebelumnya khawatir jika peringkat atau prospek Indonesia diturunkan," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Senin (13/7).

Bila ditinjau secara teknikal, Phintraco Sekuritas melihat pergerakan IHSG saat ini memperlihatkan indikasi yang kian kuat.

Indeks saham domestik tidak sekadar mampu melampaui level psikologis 6.000, melainkan juga sukses bertengger di atas rata-rata pergerakan jangka pendek serta menengah.

"Kondisi tersebut mengindikasikan momentum penguatan masih terjaga sehingga IHSG diperkirakan berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance pada kisaran 6.080 hingga 6.120 dalam perdagangan selanjutnya," tulis tim.

IHSG sendiri mengakhiri perdagangan hari Senin (13/7/2026) dengan lonjakan sebesar 1,92% menuju level 6.037,84 setelah S&P Global Ratings menetapkan kembali peringkat kredit jangka panjang Indonesia pada posisi BBB dan peringkat jangka pendek A-2 dengan prospek jangka panjang yang stabil.

Ditinjau dari pergerakan sektor, saham-saham di sektor bahan baku menjadi pendorong utama kenaikan dengan pertumbuhan mencapai 2,96%.

Di lain pihak, sektor kesehatan menjadi satu-satunya lini yang mengalami pelemahan dengan koreksi sebesar 0,26%.

Kendati demikian, gairah positif di lantai bursa belum berimbas sepenuhnya pada pergerakan mata uang garuda.

Hingga sesi perdagangan pasar spot berakhir, nilai tukar rupiah terpantau melemah 0,24% menuju posisi Rp18.109 per dolar AS.

Walaupun proyeksi jangka pendek IHSG terbilang cerah, investor diprediksi akan tetap mengawasi dinamika sentimen global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang masih tertekan sebagai variabel yang bisa memengaruhi arah pasar modal dalam negeri.

Terkini