Bank Digital Tahan Suku Bunga Deposito Walau BI Rate Naik 1 Persen

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:14:17 WIB
Ilustrasi suku bunga (sumber foto: NET)

JAKARTA - Suku bunga acuan Bank Indonesia telah mengalami kenaikan sebesar 1% hingga menyentuh angka 5,75% sejak awal tahun 2026 ini. Kendati demikian, jajaran bank digital nasional terpantau masih menahan level suku bunga deposito mereka dan belum melakukan penyesuaian naik.

Berdasarkan hasil pemantauan terhadap sepuluh bank digital di tanah air, belum ada satu pun yang mengerek naik tingkat suku bunga depositonya sejak akhir tahun lalu. Sebaliknya, beberapa bank digital justru kedapatan memangkas tingkat suku bunga deposito mereka.

Berikut adalah daftar bank digital yang terpantau masih mempertahankan tingkat suku bunga depositonya saat ini: Allo Bank di level 5,5% Amar Bank di level 7%–9% Bank Raya di level 4%–6% Superbank di level 6%–7,5% Hibank di level 5,75%–6% Seabank di level 4,25%–6% BCA Digital di level 3,5%–4,75%

Sementara itu, sisa bank digital lainnya memilih untuk menurunkan tingkat suku bunga mereka: Suku bunga deposito Bank Jago turun dari posisi 5%–6,25% menjadi 5%–6% Bank Neo Commerce turun dari 5%–7,5% menjadi 4,75%–7,25% Krom Bank turun dari 7%–8,25% menjadi 6,5%–8%

Walaupun tidak mengalami kenaikan, posisi suku bunga deposito yang ditawarkan oleh jajaran bank digital ini sebenarnya masih berada jauh di atas tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan. Pasca lonjakan BI Rate sebesar 1%, Lembaga Penjamin Simpanan baru mengerek TBP bagi simpanan mata uang rupiah di bank umum sebesar 0,25% menuju level 3,75%.

Meski jarak antara TBP dan BI Rate terhitung masih renggang, Lembaga Penjamin Simpanan menganggap langkah penyesuaian ini mampu menjaga kredibilitas TBP sebagai standar bunga perbankan yang wajar. Ekspektasinya, kenaikan TBP tersebut dapat mendongkrak efektivitas dari kebijakan program penjaminan simpanan yang dijalankan.

Sejumlah manajemen bank digital memang menyatakan bahwa mereka belum memiliki intensi untuk mengerek tingkat bunga deposito dalam waktu dekat meskipun BI Rate telah mendaki.

Presiden Direktur Krom Bank Anton Hermawan menyatakan bakal mempertahankan suku bunga deposito yang saat ini berlaku sebagai bagian dari strategi pengelolaan dana yang prudent. Namun, penyesuaian tertentu bakal diambil mengikuti situasi pasar dan dinamika industri. Krom Bank bakal mengobservasi dan menganalisa lebih lanjut dampak kenaikan BI Rate ini.

Langkah serupa juga diambil oleh Allo Bank melalui Digital Strategy Head Destya D. Pradityo yang mengungkapkan bahwa pihak manajemen memandang belum ada urgensi untuk melakukan langkah penyesuaian bunga deposito secara agresif sejauh ini.

Dalam memformulasikan kebijakan arah suku bunga, Allo Bank menerapkan metode yang fleksibel serta bertumpu pada kebutuhan operasional bisnis. Langkah tersebut tidak diambil semata-mata hanya untuk merespons fluktuasi suku bunga acuan. Oleh karena itu, andai nantinya diterapkan penyesuaian suku bunga deposito, Destya bilang bakal dilakukan secara bertahap dan selektif berdasarkan tenor atau segmen nasabah.

Di sisi lain, Direktur Bisnis Bank Raya Kicky Andrie Davetra mengungkapkan bahwa pihak manajemen memilih untuk mencurahkan fokus pada penguatan perolehan dana murah melalui penetrasi inovasi produk digital saving yang tengah dikembangkan.

Terkini