Nilai Emas di Banda Aceh Kembali Melemah per Tanggal 1 Juli 2026

Rabu, 01 Juli 2026 | 08:14:16 WIB
Ilustrasi emas (sumber foto: NET)

BANDA ACEH - Tren penurunan nilai logam mulia di wilayah ibu kota Provinsi Aceh terpantau masih terus berlangsung pada perdagangan Rabu (1/7/2026). Setelah sehari sebelumnya sempat anjlok cukup dalam, komoditas pelindung nilai ini kembali melemah walaupun besaran penurunannya tidak terlalu signifikan.

Saat ini, nilai jual komoditas tersebut bertengger di angka Rp 7.530.000 untuk setiap mayamnya. Nilai teranyar ini memperlihatkan adanya penurunan sebesar Rp 20.000 per mayam apabila disandingkan dengan perdagangan pada Selasa (30/6/2026) yang sempat menyentuh angka Rp 7.550.000 per mayam.

Kondisi tersebut membuat nilai logam mulia di wilayah ini semakin menjauh dari level psikologisnya yang sempat bertahan di angka Rp 8 juta per mayam. Fluktuasi ini dipicu oleh beragam sentimen eksternal mulai dari pergerakan pasar dunia, nilai tukar mata uang domestik terhadap dolar Amerika Serikat, kebijakan suku bunga acuan, hingga dinamika geopolitik global.

Nominal yang tertera tersebut merupakan harga bersih dan belum dikalkulasikan dengan biaya jasa pengerjaan perhiasan. Ongkos pembuatan umumnya bervariasi bergantung pada tingkat kesulitan, desain, serta kadar yang diinginkan oleh pihak pembeli. Untuk rincian harganya adalah sebagai berikut:

Harga emas per mayam: Rp 7.530.000

Biaya pembuatan per mayam: Rp 100.000 hingga Rp 200.000

Estimasi harga per gram: Rp 2.261.000

Sebagai acuan konversi, satu mayam di wilayah ini setara dengan 3,33 gram. Nilai per gram hari ini mengalami penurunan dari perdagangan sebelumnya yang sempat berada pada kisaran Rp 2.267.000 per gram, selaras dengan pemotongan harga Rp 20.000 per mayam. Koreksi ini pun berimbas pada produk batangan keluaran PT Aneka Tambang yang juga merosot tajam ke angka Rp 2.625.000 per gram dari posisi pagi yang sempat berada di level Rp 2.630.000 per gram.

Terkini