Pergerakan IHSG Hari Ini Cenderung Volatil Menanti Data Ekonomi Juni

Rabu, 01 Juli 2026 | 07:57:47 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (1/7) pagi dibuka berfluktuasi. Sempat melemah tipis, indeks kemudian bergerak menanjak ke zona hijau. Pergerakan indeks hari ini diproyeksikan akan cenderung volatil karena pelaku pasar saat ini tengah bersikap wait and see menanti rilis serangkaian data ekonomi domestik yang krusial untuk menentukan arah pasar di awal semester II-2026.

Fokus utama investor tertuju pada data inflasi Juni 2026, PMI Manufaktur Indonesia, serta neraca perdagangan Mei 2026. Konsensus pasar memperkirakan inflasi akan meningkat ke level 3,2 persen secara tahunan (yoy), yang dipicu oleh kenaikan harga pangan dan penyesuaian harga BBM non-subsidi. Di sisi lain, surplus neraca perdagangan diprediksi melebar hingga mencapai 4 miliar dolar AS.

Selain data makro, mulai 1 Juli 2026, pemerintah secara bertahap mulai mengimplementasikan program B50. Kebijakan ini diharapkan menjadi katalis positif bagi emiten di sektor energi dan Crude Palm Oil (CPO).

Dari sisi eksternal, penguatan indeks dolar AS (DXY) ke level 101,26 memberikan tekanan tambahan. Data lowongan kerja AS (JOLTS) yang mencapai 7,594 juta memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mempertahankan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama (higher for longer).

Investor juga mencermati pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh di forum ECB, Sintra, Portugal, serta rilis data manufaktur dari Tiongkok (Caixin Manufacturing PMI) dan AS (ISM Manufacturing PMI). Ketidakpastian negosiasi perdamaian AS-Iran turut menjadi perhatian, meskipun harga minyak dunia terpantau bergerak melemah. Secara teknikal, peluang penguatan IHSG masih terbuka jika data inflasi dan neraca perdagangan domestik melampaui ekspektasi pasar, didukung oleh kondisi global yang kondusif.

Terkini