IHSG Berpotensi Menguat Selasa Pagi Setelah Bursa Global Menanjak

Selasa, 30 Juni 2026 | 11:55:39 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat mencatatkan penutupan yang lebih tinggi pada perdagangan Senin (29 Juni). Indeks Dow Jones meningkat sebesar 0,59 persen, S&P 500 terangkat 1,18 persen, serta Nasdaq melesat hingga 2,07 persen. Penguatan saham di Wall Street ini membuat Dow Jones bertambah 300 poin hingga mendekati level rekor tertinggi baru, yang dipicu oleh meredanya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran serta disokong oleh lompatan saham sektor teknologi utama seperti Alphabet. Di sisi lain, imbal hasil obligasi US Treasury tenor 10 tahun merangkak naik 0,13 persen menuju level 4,374 persen, sementara indeks dolar Amerika Serikat terkoreksi sebesar 0,25 persen ke posisi 101,11.

Pergerakan di pasar komoditas dunia juga didominasi oleh tren penguatan pada penutupan perdagangan Senin (29 Juni). Berikut adalah rincian pergerakan harga komoditas global: Minyak WTI menguat 2,20 persen menjadi USD 70,75 per barel Brent bertambah 1,61 persen menjadi USD 73,15 per barel Batu bara terangkat 1,35 persen menjadi USD 127,70 per ton CPO naik 0,44 persen menjadi MYR 4.588 per ton Emas melemah 1,78 persen menjadi USD 4.016 per ons

Bursa saham di kawasan Asia mayoritas mengakhiri perdagangan hari Senin (29 Juni) di zona hijau. Indeks Hang Seng melonjak 1,57 persen, Nikkei naik tipis 0,15 persen, dan Shanghai melaju 1,16 persen. Namun, kondisi berbeda terjadi pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang justru merosot 1,28 persen ke level 5.820,79. Penurunan ini diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing yang mencapai total IDR 881,5 miliar. Jumlah tersebut terbagi atas pelepasan sebesar IDR 854,1 miliar di pasar reguler serta IDR 27,4 miliar di pasar negosiasi.

Aksi lepas saham oleh investor asing paling besar di pasar reguler melanda saham-saham perbankan dan telekomunikasi, yaitu: BBCA sebesar IDR 423,6 miliar BMRI sebesar IDR 97,8 miliar TLKM sebesar IDR 71,2 miliar

Sementara itu, instrumen saham yang paling banyak dikoleksi atau dibeli oleh investor asing meliputi: DSSA sebesar IDR 55,8 miliar PGAS sebesar IDR 39,8 miliar ANTM sebesar IDR 36,5 miliar

Secara keseluruhan, saham MPRO, ENRG, dan DSSA menjadi pendorong utama yang menahan kejatuhan indeks lebih dalam. Di sisi lain, saham BBCA, TLKM, dan BREN bertindak sebagai penekan utama pergerakan indeks.

Memasuki sesi perdagangan hari Selasa (30/6) pagi, indeks regional seperti KOSPI dibuka menguat sebesar 0,06 persen dan indeks Nikkei berjalan naik hingga 1,05 persen. “Hari ini, kami memperkirakan JCI akan menguat di tengah sentimen positif dari pasar global dan regional,”

Terkini