Skema KPR Subsidi 40 Tahun Diharapkan Mampu Ringankan Cicilan Rumah

Jumat, 26 Juni 2026 | 12:55:39 WIB
Ilustrasi rumah subsidi (sumber foto: NET)

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat mengusulkan sebuah skema baru untuk Kredit Pemilikan Rumah subsidi dengan masa pinjaman mencapai 40 tahun. Terobosan ini diperkirakan dapat memangkas jumlah angsuran bulanan secara signifikan. Melalui perpanjangan jangka waktu kredit ini, cicilan bulanan diperkirakan hanya berkisar antara Rp 500.000 sampai Rp 700.000 demi mempermudah masyarakat berpenghasilan rendah dalam memiliki kediaman pribadi.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa masa tenor yang lebih panjang ini bakal mendongkrak kapasitas finansial para calon debitur saat proses penilaian di bank. "Semakin panjang masa cicilan, semakin ringan angsuran yang harus dibayar setiap bulan. Dengan begitu, masyarakat yang selama ini belum memenuhi persyaratan kemampuan bayar perbankan memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan rumah subsidi," ujar Heru.

Melalui skema anyar tersebut, masyarakat yang berpenghasilan di kisaran Rp 2,8 juta per bulan kini berpeluang besar mengamankan hunian subsidi. Menariknya, usulan ini tetap mempertahankan sistem bunga tetap di sepanjang masa pinjaman. Besaran bunga yang ditetapkan untuk rumah tapak adalah sebesar 5 persen, sedangkan untuk rumah susun berada di angka 6 persen.

Ketentuan bunga flat ini menjamin debitur tidak akan terbebani oleh fluktuasi suku bunga perbankan di masa mendatang. Langkah penyesuaian ini juga telah mengantongi restu dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait karena dinilai sebagai solusi inovatif bagi sektor perumahan. "Ada target besar yang harus kami capai. Karena itu diperlukan terobosan dan inovasi. Perpanjangan masa tenor ini merupakan salah satu upaya agar masyarakat semakin mudah memiliki rumah," kata Maruarar.

Di samping itu, data realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan sepanjang tahun ini menunjukkan tren yang positif. Hingga pertengahan tahun, total alokasi yang berjalan telah menyentuh angka 103.003 unit hunian. Detail mengenai status penyaluran unit tersebut adalah sebagai berikut:

81.286 unit telah terealisasi sepenuhnya 21.735 unit dalam proses penandatanganan akad kredit

Secara keseluruhan, target penyaluran rumah subsidi dipatok mampu menyentuh angka 350.000 unit hingga akhir tahun nanti. Berbagai upaya akselerasi kini terus digenjot, baik dari segi ketersediaan pasokan bangunan maupun dari sisi permintaan pasar.

Terkini