Target Tumbuh 11 hingga 12 Persen Kredit Perbankan Tetap Dua Digit

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:35:26 WIB
Ilustrasi kredit perbankan (sumber foto: NET)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan optimistis pertumbuhan kredit perbankan tahun ini tetap berada di level dua digit, setelah menunjukkan tren penguatan dalam beberapa bulan terakhir. Pertumbuhan kredit secara tahunan pada Mei 2026 telah mencapai sekitar 11 persen. Capaian tersebut menjadi sinyal positif setelah laju kredit pada awal tahun sempat tumbuh lebih lambat.

“Nah kami optimis nih kalau misalnya sekarang sudah bulan data terakhir itu Mei. Kalau Mei itu kecenderungannya terus naik, tentu harapan kami ini bisa tetap double digit ya, targetnya dapat tercapai,”

Target pertumbuhan kredit tahun ini berada di kisaran 11-12 persen. Target tersebut masih realistis selama kondisi ekonomi global dan domestik tetap terjaga.

“Mudah-mudahan itu asumsi dasar itu tetap ada ekspektasi dari hampir seluruh dunia dan termasuk kami tentu saja ya ada perbaikan. Nah gitu, jadi saya optimis tetap gitu kan target kami kan di range itu, kan range 11-12 persen sebetulnya kan,”

Meski optimistis, risiko yang berpotensi memengaruhi penyaluran kredit terus dipantau, terutama gejolak nilai tukar, inflasi, dan kondisi geopolitik global. Faktor-faktor tersebut dinilai dapat berdampak pada kemampuan nasabah dalam memenuhi kewajiban kreditnya.

“Tetapi harapan kami nih mudah-mudahan jangan sampai misalnya kondisi kurs, inflasi dan lain sebagainya kemudian ini berdampak pada nasabah, itu yang paling penting sedang kami monitor kan itu, seberapa besar itu dampaknya sebetulnya,”

Stabilitas ekonomi global akan menjadi faktor penting bagi keberlanjutan pertumbuhan kredit. Meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak dunia, dapat membantu menjaga stabilitas rupiah serta mengendalikan inflasi di dalam negeri.

“Katakanlah sekarang kami asumsikan lah situasi geopolitik itu bagus, stable, Amerika dengan Iran selesai, kemudian kan harga minyak turun nih. Nah itu tentu kan akan sangat membantu dan juga akan membantu juga mungkin stabilisasi nilai rupiah dan inflasi di dalam negeri, itu yang paling penting,”

Kondisi global diharapkan membaik dalam beberapa bulan ke depan sehingga permintaan kredit tetap kuat dan target pertumbuhan kredit 11-12 persen dapat tercapai hingga akhir tahun.

Terkini