JAKARTA - Pasar AS ditutup mayoritas melemah pada Rabu (24/6) dengan rincian Dow naik 0,35 persen, S&P 500 turun 0,10 persen, dan Nasdaq turun 0,43 persen. Wall Street mengakhiri sesi dengan mayoritas pelemahan yang tertekan oleh koreksi lanjutan pada saham teknologi berkapitalisasi besar (megacap) serta saham chip terkait AI. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun 10,47bps ke 4,392 persen, sementara Indeks Dolar AS menguat 0,20 persen ke 101,61.
Pasar komoditas juga ditutup melemah pada Rabu (24/6). Berikut adalah daftar pergerakan harga komoditas global:
Minyak WTI turun 3,92 persen ke USD 70,34/bbl
Minyak Brent turun 4,33 persen ke USD 73,74/bbl
Batu bara turun 1,94 persen ke USD 129,05/ton
CPO melemah 0,54 persen ke MYR 4.633/ton
Emas turun 2,86 persen ke USD 3.999/oz
Pasar Asia ditutup mayoritas menguat pada Rabu (24/6), di mana Hang Seng naik 0,33 persen, Nikkei turun 0,88 persen, dan Shanghai menguat 0,11 persen. IHSG sendiri turun 3,56 persen ke 5.883,88 dengan net sell asing sebesar IDR 1.170,5 billion. Jumlah tersebut terdiri dari net sell IDR 1.231,2 billion di pasar reguler dan net buy IDR 60,7 billion di pasar negosiasi.
Net sell asing terbesar di pasar reguler tercatat pada BBRI (IDR 272,8 billion), TPIA (IDR 218,1 billion), dan AMMN (IDR 111,5 billion). Sementara itu, net buy terbesar terlihat pada BREN (IDR 219,4 billion), ANTM (IDR 39,1 billion), dan INDF (IDR 17,4 billion). Top leading movers adalah MORA, BBCA, dan BYAN, sedangkan top lagging movers adalah TLKM, BMRI, dan AMMN.
Adapun pada perdagangan Kamis (25/6) pagi ini, baik KOSPI (+2,25 persen) maupun Nikkei (+2,31 persen) dibuka lebih tinggi. “Hari ini, kami memperkirakan IHSG akan bergerak menguat seiring penurunan harga minyak global dan sentimen positif dari pembukaan yang kuat di pasar regional,”