Menteri PKP Usul Plafon KUR Perumahan 2026 Ditambah Jadi Rp50 Triliun

Rabu, 24 Juni 2026 | 14:36:46 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (sumber foto: NET)

JAKARTA — Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman mengungkapkan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan atau KUR perumahan mencapai Rp19,24 triliun per 20 Juni 2026. Realisasi pembiayaan tersebut setara dengan 54 persen dari target awal plafon yang ditetapkan untuk tahun ini sebesar Rp36 triliun.

Seiring dengan besarnya permintaan masyarakat, pemerintah kini tengah bersiap memperlebar ruang ekspansi pembiayaan melalui peningkatan alokasi dana mencapai Rp50 triliun. “Dengan capaian yang sudah mencapai sekitar 54% atau Rp19,2 triliun, plafon KPP tahun 2026 ditingkatkan dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.

Program strategis yang diinisiasi sejak akhir Oktober tahun lalu ini dirancang secara komprehensif untuk menyokong ekosistem perumahan nasional. Dukungan pembiayaan ini diharapkan dapat menggerakkan mesin pembiayaan baik dari sisi pasokan maupun sisi permintaan.

Dari sisi pasokan, stimulus likuiditas ini ditujukan untuk memperkuat napas finansial para pelaku usaha penunjang sektor properti, mulai dari pengembang hingga produsen bahan bangunan. Langkah tersebut krusial guna menjaga keberlanjutan rantai pasok dan produktivitas pembangunan proyek hunian secara nasional.

Sementara itu, pembiayaan dari sisi permintaan difokuskan untuk membantu pelaku UMKM yang memerlukan modal guna memiliki, membangun, atau merenovasi rumah. Intervensi ini diharapkan dapat mengikis angka ketimpangan pemilikan rumah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Hingga paruh pertama tahun ini, total penerima manfaat dari program pembiayaan ini tercatat telah menyentuh 91.045 debitur. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.271 debitur bergerak di ceruk industri pasokan dan mayoritas sisanya sebanyak 88.774 debitur berasal dari lini permintaan.

Berikut adalah rincian lima bank dengan realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan terbesar:

Bank Rakyat Indonesia sebesar Rp10,18 triliun Bank Tabungan Negara sebesar Rp3,65 triliun Bank Negara Indonesia sebesar Rp2,03 triliun Bank Syariah Indonesia sebesar Rp1,06 triliun Bank Mandiri sebesar Rp1,02 triliun

Selain Himbara, bank pembangunan daerah dan bank swasta juga turut berkontribusi dalam penyaluran. Hingga 20 Juni 2026, bank pembangunan daerah telah menyalurkan Rp936,17 milar kepada 1.994 debitur dengan penyalur terbesar dari Bank Jateng, sedangkan bank swasta mencatat penyaluran sebesar Rp370,7 miliar kepada 120 debitur dengan penyalur terbesar melalui Bank Nobu.

Terkini