Rekomendasi Saham Hari Ini RAJA Hingga ISAT Saat IHSG Rentan Koreksi

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:54:54 WIB
Ilustrasi ihsg (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi mengalami pelemahan pada perdagangan saham Rabu, 24 Juni 2026. Berdasarkan catatan yang ada, IHSG ditutup turun 0,25% menjadi 6.101,33 yang disertai dengan aksi jual saham oleh investor asing sebesar Rp 311,60 miliar pada Selasa, 23 Juni 2026. Saham-saham yang paling banyak dijual oleh pihak asing antara lain adalah saham BMRI, DSSA, NATO, BBCA, dan ASII.

“Setelah IHSG tes support di 6.000, IHSG berpeluang untuk short term teknikal rebound hari ini. Tapi hati-hati karena IHSG masoh rentan untuk koreksi,” ujar Muhammad Lutfi Permana. Ia menuturkan bahwa IHSG akan berada di level support 6.060-6.000 dan level resistance 6.160-6.190. Secara teknikal, pergerakan indeks dinilai mulai menutup area gap 6.118-5.960.

Untuk rekomendasi saham hari ini, beberapa pilihan yang dapat diperhatikan adalah PT Rukun Raharja Tbk (RAJA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA), PT Essa Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Jasa Marga Tbk (JSMR), dan PT Indosat Tbk (ISAT). Berikut adalah rincian Trading Idea untuk hari ini:

RAJA Spec Buy dengan area di 4.140-4.110, dengan target dekat di 4.220-4.290. Cutloss di bawah 4.100.

DSSA Spec Buy dengan area beli di 825-820, dengan target dekat di 845-855. Cutloss di bawah 820.

OASA Spec Buy dengan area beli di 276-274, cutloss di bawah 272. Target dekat di 282-286.

ESSA Spec Buy dengan area beli di 655-650, cutloss di bawah 645. Target dekat di 670-680.

JSMR Spec Buy dengan area beli di 2.840-2.820, cutloss di bawah 2.810. Target dekat di 2.900-2.940.

ISAT Spec Buy dengan area beli di 1.765-1.750, cutloss di bawah 1.745. Target dekat di 1.790-1.815.

Sebelumnya, laju IHSG betah berada di zona merah hingga penutupan perdagangan saham pada Selasa, 23 Juni 2026. Akan tetapi, koreksi yang terjadi pada pergerakan indeks terpantau mulai berkurang menjelang penutupan pasar.

Berdasarkan data RTI, pergerakan indeks melemah 0,25% menjadi 6.101,33 pada penutupan tersebut. Indeks saham LQ45 juga merosot 0,13% menjadi 598,42, di mana sebagian besar indeks saham acuan bergerak tertekan.

Pada sesi kedua, pergerakan indeks berada di level tertinggi 6.121,77 dan level terendah 5.993,03. Sebanyak 373 saham melemah sehingga membebani indeks, sedangkan 282 saham menguat dan 160 saham diam di tempat. Total frekuensi perdagangan tercatat 1.790.736 kali dengan volume perdagangan saham 41,5 miliar saham, serta nilai transaksi harian saham mencapai Rp 32,9 triliun. Transaksi harian saham berada di atas Rp 20 triun seiring adanya transaksi saham ARCI yang mencapai Rp 18 triliun di pasar negosiasi.

Di sisi lain, posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah berada di kisaran 17.862. Mayoritas sektor saham terpantau menghijau, di mana sektor kesehatan naik 3,97% dan mencatat kenaikan terbesar. Sektor basic mendaki 0,49%, sektor industri melompat 0,46%, sektor consumer nonsiklikal mendaki 0,15%, sektor consumer siklikal bertambah 0,28%, sektor properti menguat 1,54%, dan sektor infrastruktur melompat 0,27%. Sementara itu, sektor energi melemah 0,61%, sektor keuangan terpangkas 0,62%, sektor teknologi susut 1,05% dan mencatat koreksi terbesar, serta sektor transportasi terpangkas 0,15%.

Terkini