GOTO Anggarkan Rp3,5 Triliun dari Kas Internal demi Buyback Saham

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:23:37 WIB
Ilustrasi goto (sumber foto: NET)

JAKARTA - PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) telah mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham untuk menjalankan program pembelian kembali saham baru dengan nilai mencapai Rp3,5 triliun. Keputusan ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Kamis (18/6/2026).

Alokasi dana besar untuk periode 2026 sampai 2027 ini bersumber dari kas internal perusahaan. Aksi korporasi tersebut direncanakan bergulir selama maksimal 12 bulan yang dimulai dari 19 Juni 2026 hingga 18 Juni 2027 dengan tujuan memperkuat harga saham di pasar reguler.

Pihak manajemen mengharapkan langkah strategis tersebut mampu memberikan efek positif bagi penilaian ekuitas perseroan di pasar modal sekaligus memberikan keuntungan yang maksimal kepada para investor. "dapat mencerminkan nilai fundamental yang sesungguhnya,".

Rapat tersebut juga melaporkan rampungnya program buyback Seri A periode sebelumnya yang berlangsung dari 19 Juni 2025 sampai 18 Juni 2026. Total penyerapan dari program terdahulu tersebut sukses menyentuh angka 7.593.660.600 lembar saham.

Selesainya program pembelian saham periode lalu dipastikan tidak akan mengganggu stabilitas internal korporasi. "Dengan demikian, pelaksanaan pembelian kembali saham sebagaimana telah disetujui dalam RUPSLB 18 Juni 2025 telah berakhir, dengan total saham yang dibeli kembali sebanyak 7.593.660.600 lembar saham Seri A,".

Berdasarkan keterbukaan informasi, posisi saham treasuri perseroan saat ini berada di angka 39.780.078.403 lembar saham Seri A. Sementara itu, jumlah saham yang beredar bebas di luar saham treasuri tercatat sebanyak 1.151.364.918.817 lembar saham. "Informasi tersebut tidak berdampak merugikan terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan,".

Selain membahas buyback, para pemegang saham turut mengesahkan laporan keuangan tahun buku 2025. Pendapatan perusahaan tumbuh 24 persen secara tahunan menjadi Rp18,3 triliun, dan rugi bersih berhasil dipangkas hingga 77 persen menjadi Rp1,18 triliun. Perseroan juga mencetak laba bersih perdana Rp257,9 miliar pada kuartal I 2026.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi juga diputuskan tetap dipertahankan demi menjaga keberlanjutan kepemimpinan, termasuk menetapkan kembali Agus D.W. Martowardojo sebagai Komisaris Utama. Perusahaan berkomitmen untuk terus mengoptimalkan kinerja bisnis di tengah fase pertumbuhan ini.

"Seiring dengan berjalannya tahun 2026, GOTO tetap fokus untuk menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemegang saham dan jutaan masyarakat Indonesia yang bergantung pada GoTo setiap hari, termasuk mitra pengemudi, konsumen, dan mitra pedagang kami,".

Terkini