Suku Bunga BI Naik Bunga KPR Rumah Subsidi Tetap Bertahan 5 Persen

Sabtu, 20 Juni 2026 | 14:23:36 WIB
Ilustrasi rumah subsidi, sumber : (NET)

JAKARTA - Bank Indonesia terpantau menaikkan suku bunga acuan miliknya hingga sebesar 100 basis poin selama periode dua bulan terakhir. Langkah peningkatan ini diperkirakan bakal memberikan dampak langsung terhadap pergerakan suku bunga kredit kepemilikan rumah di pasar.

Kendati demikian, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait memberikan kepastian bahwa suku bunga khusus rumah subsidi tidak mengalami kenaikan. Besaran bunganya dipastikan bakal tetap bertahan di angka 5 persen flat semenjak awal sampai masa cicilan berakhir. Melalui KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) ini, pemerintah berupaya menjaga agar masyarakat dapat menjangkau cicilan hunian tersebut.

"Kami memastikan negara hadir dan berpihak kepada rakyat, khususnya masyarakat berpenghasilan rendah. Walaupun terdapat dinamika ekonomi dan peningkatan BI Rate, bunga FLPP tetap dijaga sebesar 5 persen agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap rumah yang layak dan terjangkau," ujar Maruarar.

Lebih lanjut, kebijakan mengenai masa tenor KPR FLPP yang dirancang mencapai 40 tahun ditegaskan sudah dibahas secara mendalam. Sesuai instruksi dari Presiden Prabowo Subianto, program ini siap diimplementasikan mengikuti segala ketentuan beserta regulasi yang kini berlaku resmi.

"Terima kasih atas dukungan Danantara Pak Rosan dan BP BUMN Pak Dony. Semua masih on the track dan ada beberapa isu yang kami persiapkan soal Meikarta tentunya dan hari Senin saya akan ke BPKP untuk memastikan semua proses berjalan sesuai dengan aturan yang ada," katanya.

Pada momentum yang sama, dilaporkan pula mengenai progres terkini dari penyaluran dana FLPP untuk periode tahun 2026. Dari total target yang ditetapkan mencapai angka 350.000 unit rumah, sejauh ini realisasinya baru menyentuh angka 78.277 unit rumah atau setara dengan 22,36 persen dari keseluruhan target tahunan.

Kehadiran Maruarar dalam pertemuan bersama pihak Danantara Indonesia tersebut ditujukan guna mematangkan dukungan strategis bagi kesuksesan Program 3 Juta Rumah. Program pembangunan masif ini merupakan salah satu agenda prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Terkini