IHSG Hari Ini Berpotensi Rebound ke Level 5900 Hingga 5950 Jumat Ini

Jumat, 12 Juni 2026 | 10:18:01 WIB
Ilustrasi ihsg, (sumber foto: NET)

JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan pada sesi perdagangan terdahulu ditutup melemah sebesar 0,28 persen dan tertahan di area level 5.886,03. Kondisi ini dibarengi aksi pelepasan saham bersih oleh pemodal asing dengan torehan nilai mencapai Rp252,65 miliar. Berbagai komoditas saham yang paling banyak dilepas oleh pemodal asing dalam aksi pelepasan tersebut antara lain BBRI, DSSA, ASII, AMMN, serta CUAN. Di sisi lain, pasar saham global di Wall Street membukukan lonjakan yang amat signifikan pada perdagangan Kamis kemarin.

Apresiasi ini didorong oleh pembatalan rencana agresi ke Iran oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang turut menyatakan kesiapan Washington untuk segera menyepakati perjanjian baru. Meredanya ketegangan politik di wilayah Timur Tengah tersebut ikut membuat laju harga minyak bumi dunia terkoreksi lantaran kecemasan akan kelangkaan suplai energi mulai berkurang. Secara terperinci, indeks Dow Jones Industrial Average melonjak naik sebesar 1,86 persen, S&P 500 bertambah 1,75 persen, dan Nasdaq Composite melesat hingga 2,54 persen.

Melalui pernyataan resmi di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa pihak Amerika Serikat dan Iran sudah mencapai kesepakatan bersama guna memastikan Teheran tidak memproduksi senjata nuklir. "Kami akan segera melakukan penandatanganan. Dokumennya sudah hampir final dan prosesnya akan selesai dalam waktu dekat," ujar Trump. Di lantai bursa, saham Intel dikabarkan melonjak sekitar 9 persen setelah memperoleh kenaikan rekomendasi performa menjadi posisi beli. Di samping itu, SpaceX juga sedang bersiap untuk melaksanakan penawaran saham perdana atau IPO pada hari Jumat ini.

Akan tetapi, koreksi tajam sebesar 8 persen dirasakan oleh saham Oracle pasca pengumuman rencana pencarian dana tambahan senilai US$20 miliar lewat kombinasi utang dan saham baru demi mendanai perluasan infrastruktur kecerdasan buatan. Dari sektor makroekonomi, laporan Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat memperlihatkan indeks harga produsen mengalami kenaikan sebesar 1,1 persen pada periode Mei, angka ini berada di atas ekspektasi pasar yang memprediksi 0,7 persen. Sedangkan untuk nilai inflasi inti berada di level 0,4 persen atau sedikit lebih rendah dari estimasi awal sebesar 0,5 persen.

Keadaan berbeda melanda wilayah Asia, di mana mayoritas bursa sahamnya justru melemah pada perdagangan Rabu akibat meroketnya tensi geopolitik sebelum adanya pembatalan dari pihak Amerika Serikat. Kenaikan harga minyak bumi dunia pada hari tersebut sempat mendatangkan kekhawatiran para pelaku pasar akan bayang-bayang tekanan inflasi global serta kebijakan suku bunga tinggi dalam jangka waktu yang lebih panjang. Imbas situasi tersebut, indeks Nikkei di Jepang melemah 1,9 persen dan Topix merosot 1,2 persen. Penurunan tajam melanda indeks Kospi Korea Selatan sebesar 4,5 persen diikuti Kosdaq yang turun 1,7 persen.

Selanjutnya, indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,65 persen, Taiex Taiwan terpangkas 3,3 persen, Shanghai Composite menyusut 0,2 persen, sementara hanya indeks ASX 200 Australia yang menguat 0,6 persen. Melihat perpaduan dari sentimen pasar global dan domestik tersebut, pergerakan indeks saham dalam negeri pada hari Jumat ini diperkirakan berpeluang mengalami perbaikan arah dalam jangka pendek. "IHSG hari ini berpotensi short term teknikal rebound ke 5900-5950. Diperkirakan Support IHSG: 5780-5840 dan Resist IHSG: 5900-6000."

Bagi para pelaku pasar yang ingin melakukan aktivitas perdagangan saham pada hari ini, terdapat beberapa opsi emiten yang dapat dicermati lebih lanjut. Berikut adalah daftar rekomendasi serta panduan area transaksi untuk beberapa saham pilihan pada perdagangan hari ini:

EMAS Spec Buy dengan area beli di rentang 6825-6900 Cutloss jika bergerak di bawah level 6725 Target terdekat pada posisi 7000-7150

ENRG Spec Buy dengan area beli di rentang 1365-1380 Cutloss jika bergerak di bawah level 1345 Target terdekat pada posisi 1395-1430

TPIA Spec Buy dengan area beli di rentang 1765-1785 Cutloss jika bergerak di bawah level 1745 Target terdekat pada posisi 1810-1850

BBCA Spec Buy dengan area beli di rentang 5775-5825 Cutloss jika bergerak di bawah level 5700 Target terdekat pada posisi 5900-6050

ISAT Spec Buy dengan area beli di rentang 1880-1895 Cutloss jika bergerak di bawah level 1850 Target terdekat pada posisi 1920-1970

MEDC Spec Buy dengan area beli di rentang 1205-1215 Cutloss jika bergerak di bawah level 1190 Target terdekat pada posisi 1235-1260.

Terkini