Pemerintah Fokuskan APBN 2027 demi 8 Program Prioritas

Kamis, 11 Juni 2026 | 09:04:12 WIB
menkeu, purbaya yudhi sadewa.

JAKARTA - Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027 dipastikan akan berpusat pada pemberian dukungan penuh terhadap delapan program prioritas nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan fiskal pada 2027 mendatang bakal menitikberatkan pada deretan program prioritas tersebut yang diproyeksikan mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi sekaligus mengakselerasi tingkat kesejahteraan publik.

"Untuk itu, kebijakan fiskal tahun 2027 diarahkan untuk mendorong perekonomian tumbuh lebih tinggi, sejahtera lebih cepat," ujar Purbaya saat menghadiri Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).

Arah kebijakan fiskal untuk periode tahun depan sengaja dirancang demi menyelaraskan delapan klaster program prioritas nasional yang didampingi satu kelompok pendukung (enabler) dengan total mencakup 60 program kerja.

Rincian dari 8 program prioritas yang menjadi pusat perhatian utama tersebut adalah sebagai berikut:

Ketahanan pangan

Kemandirian energi dan air

Pendidikan

Kesehatan

Hilirisasi dan industrialisasi

Infrastruktur perumahan dan ketahanan bencana

Penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa

Penurunan kemiskinan

Rangkaian agenda strategis ini dipersiapkan secara khusus dengan tujuan memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus mendistribusikan hasil-hasil pembangunan secara adil di seluruh wilayah.

Langkah pendukung pun telah dimatangkan secara matang demi menjamin kelancaran realisasi program-program tersebut di lapangan.

Elemen penyokong ini meliputi penguatan sektor pertahanan dan keamanan, penegakan hukum, perbaikan tata kelola pemerintahan, perluasan digitalisasi, hingga penguatan diplomasi ekonomi.

"Oleh karena itu, APBN harus jaga tetap sehat, kredibel dan berkelanjutan. Pemerintah terus mendorong optimalisasi pendapatan negara, penguatan kualitas kerja, penguatan kualitas belanja, dan pengembangan skema pembiayaan yang inovatif guna mendorong kinerja perekonomian sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan," jelasnya.

Terkini