Dana KUR KPPN Malang Capai Rp2,822 Triliun hingga Periode Mei 2026

Rabu, 10 Juni 2026 | 10:48:50 WIB
Ilustrasi Mata Uang (sumber foto: NET)

MALANG - Realisasi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) di wilayah kerja KPPN Malang tercatat berhasil menembus angka Rp2,822 triliun sampai dengan Mei 2026.

Alokasi modal usaha tersebut berhasil disalurkan kepada 41.530 debitur, yang menunjukkan kenaikan sebesar 21,21% pada nilai penyaluran serta tumbuh 2,27% dari sisi jumlah nasabah secara tahunan.

“Daerah yang paling banyak menyerap KUR, Kab. Malang, yang mencapai Rp1,478 triliun,” katanya, Senin (8/6/2026).

Pengucuran dana usaha di wilayah tersebut dialokasikan untuk 21.982 nasabah, dengan catatan pertumbuhan sebesar 14,86% dari aspek nilai, namun terdapat penurunan sekitar 0,08% pada akumulasi total nasabah.

Adapun rincian perolehan penyaluran modal usaha untuk wilayah administratif lainnya adalah sebagai berikut:

Kabupaten Pasuruan merealisasikan Rp643,824 miliar bagi 11.238 debitur, meningkat 18,55% (penyaluran) dan 4,36% (debitur).

Kota Malang merealisasikan Rp445,140 miliar bagi 5.380 debitur, meningkat 52,76% (penyaluran) dan 14,37% (debitur).

Kota Batu merealisasikan Rp180,639 miliar bagi 1.855 debitur, meningkat 24,35% (penyaluran) dan 1,78% (debitur).

Kota Pasuruan merealisasikan Rp73,620 miliar bagi 1.075 debitur, meningkat 20,93% (penyaluran), tetapi menyusut -5,57% (debitur).

Di sisi lain, total capaian dari penyaluran modal Ultra Mikro (UMi) secara menyeluruh dilaporkan menyentuh nominal Rp133,277 miliar untuk 23.565 nasabah, atau melesat tinggi sebesar 90,76% dari sisi nilai modal dan naik 60,99% untuk total penerima.

Untuk rincian penyerapan pada sektor pembiayaan mikro di beberapa daerah kerja meliputi:

Kabupaten Malang menyerap Rp62,4 miliar untuk 11.097 debitur, naik 69,74% (penyaluran) dan 41,60% (debitur).

Kabupaten Pasuruan menyerap Rp47,393 miliar untuk 8.300 debitur, naik 135,33% (penyaluran) dan 105,45% (debitur).

Kota Malang menyerap Rp11,665 miliar untuk 2.112 debitur, naik 46,40% (penyaluran) dan 17,40% (debitur).

Kota Pasuruan menyerap Rp8,281 miliar untuk 1.422 debitur, naik 131,86% dan 106,99% (debitur).

Kota Batu menyerap Rp3,537 miliar untuk 634 debitur, naik 147,90% (penyaluran) dan 130,55%.

“Volume penyaluran KUR di semua daerah naik, hanya jumlah debitur di Kab. Malang dan Kab. Pasuruan justru turun,” ujarnya.

Akselerasi fungsi intermediasi finansial lewat instrumen KUR maupun UMi ini mengindikasikan sektor UMKM masih memiliki ketahanan kuat terhadap fluktuasi mata uang.

Meski demikian, ke depan terdapat tantangan yang berpotensi menghambat laju operasional mereka, seperti potensi lonjakan harga komoditas logistik mentah yang diperoleh dari jalur impor.

Oleh karena itu, situasi tersebut dinilai menjadi tanggung jawab bagi jajaran otoritas daerah bersama pemerintah pusat untuk menjamin kepastian pasokan barang serta memberikan proteksi tarif terhadap impor komoditas utama penopang UMKM seperti kedelai maupun bahan baku alas kaki.

Momen ini juga dinilai tepat untuk memperkokoh lini industri substitusi barang luar negeri agar tingkat ketergantungan komoditas impor dapat ditekan, sehingga relatif aman dari risiko depresiasi mata uang rupiah.

Di sudut lain, program stimulus permodalan terjangkau seperti KUR diimbau untuk terus digulirkan secara konsisten dengan memperluas cakupan penerima manfaat yang dibarengi penguatan program pendampingan usaha agar pelaku bisnis kecil mampu naik kelas.

Terkini