Asumsi Makro APBN 2027 Dianggap Kurang Realistis bagi Ekonomi Kami

Rabu, 10 Juni 2026 | 11:01:25 WIB
Ilustrasi Konferensi pers APBN(sumber foto: NET)

JAKARTA - Proyeksi asumsi dasar ekonomi makro yang tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027 dipandang terlalu ambisius.

Target pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah pada level 5,8% sampai 6,5% dinilai bakal sulit direalisasikan dalam kondisi saat ini.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Sarimin menyebutkan bahwa sejumlah indikator makro yang digunakan pemerintah berisiko meleset karena tekanan pasar keuangan dan ketidakpastian yang masih tinggi.

"Asumsi PPKF 2027 terlalu optimistis, di mana nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dipatok Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS, padahal saat ini sudah berada di sekitar Rp18.100 per dolar AS," ujar Wijayanto.

Selain masalah kurs, indikator imbal hasil atau yield Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun yang dipatok pada 6,8%-7,3% juga menjadi sorotan.

Begitu pula dengan sasaran inflasi di angka 1,5%-3,5% yang dianggap terlalu rendah jika melihat berbagai risiko global maupun domestik yang membayangi.

Kondisi tersebut membuat target pertumbuhan ekonomi pada 2027 menjadi kurang masuk akal untuk dicapai secara nyata.

"Artinya target pertumbuhan 5,8%-6,5% terlalu optimistis," katanya.

Pemerintah disarankan untuk menerapkan asumsi makro yang lebih konservatif dan berhati-hati dalam merancang postur APBN 2027 mendatang.

Strategi tersebut sangat penting guna menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia sekaligus menjaga kepercayaan terhadap target fiskal yang sudah dibuat.

"Dalam kondisi seperti saat ini, idealnya pemerintah menggunakan asumsi yang lebih konservatif, lalu fokus pada kualitas pertumbuhan, bukan sekadar nominal pertumbuhan," ungkapnya.

Peningkatan pada kualitas pertumbuhan ekonomi harus menjadi skala prioritas agar dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat luas.

Hal ini mencakup aspek perluasan lapangan kerja, penguatan daya beli, hingga peningkatan produktivitas nasional secara menyeluruh.

Melihat berbagai tantangan yang sedang terjadi, proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2027 dianggap lebih masuk akal jika berada di level 5,0% hingga 5,4%.

"Menurut hemat saya, target realistis pertumbuhan ekonomi 2027 adalah 5,0%-5,4%," pungkasnya.

Terkini