Pertumbuhan Kredit Bank di Malang Sentuh Nominal Rp110,14 Triliun

Jumat, 29 Mei 2026 | 13:34:41 WIB
Ilustrasi Kredit Perbankan (sumber foto: NET)

MALANG - Realisasi penyaluran dana pinjaman perbankan di area cakupan operasional lembaga pengawas keuangan wilayah setempat mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,12 persen yoy hingga menyentuh nominal sebesar Rp110,14 triliun pada periode Maret 2026.

Kepemilikan aset di sektor industri perbankan dilaporkan tumbuh pada kisaran angka 7,80 persen yoy, di mana nilai total nilainya sukses menyentuh level Rp187,47 triliun per triwulan I/2026.

“Penurunan aset, kredit, dan DPK BPR per Maret 2026 terutama dipengaruhi oleh efektifnya penggabungan usaha PT BPR Lestari Jatim, PT BPR Lestari Jabar, PT BPR Lestari Jateng, PT BPR Lestari Jakarta, dan PT BPR Lestari Jogja ke dalam PT BPR Lestari Banten pada 9 Maret 2026,” ujarnya.

Fasilitas pembiayaan untuk kebutuhan konsumsi masyarakat menjadi faktor penggerak paling utama dalam menyokong laju pertumbuhan pembiayaan di area operasional wilayah tersebut.

Jika ditinjau berdasarkan perbandingan tahunan, untuk sektor pembiayaan konsumsi tercatat tumbuh sebesar 6,62 persen, disusul oleh sektor investasi sebesar 3,09 persen, serta sektor modal kerja sebesar 0,49 persen.

Di pihak lain, untuk tingkat pertumbuhan perolehan Dana Pihak Ketiga pada periode Maret 2026 dilaporkan mengalami peningkatan sebesar 4,93 persen yoy menuju ke angka Rp105,50 triliun.

Kondisi kualitas dari penyaluran dana pinjaman tersebut dinilai masih berada dalam batasan yang aman dan terjaga dengan baik, dengan perolehan rasio NPL di level 3,03 persen.

Porsi pendistribusian dana pinjaman dari lembaga keuangan ini masih didominasi oleh sektor-sektor lama tanpa mengalami perubahan yang signifikan dari periode sebelumnya.

Alokasi pendistribusian dana pinjaman tersebut disalurkan berdasarkan urutan porsi sektor berikut:

Sektor keperluan Rumah Tangga dengan porsi sebesar 30,02 persen.

Sektor Perdagangan Besar Dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor menempati posisi kedua dengan porsi sebesar 18,64 persen.

Sektor Industri Pengolahan berada di urutan berikutnya dengan kontribusi porsi sebesar 18,33 persen.

“Kinerja intermediasi perbankan stabil dengan profil risiko yang terjaga. Pada Maret 2026,” katanya.

Terkait dengan agenda pemberantasan aktivitas taruhan daring yang memberikan dampak buruk bagi perekonomian, otoritas keuangan telah memberikan instruksi tegas kepada pihak industri perbankan.

Lembaga perbankan diminta segera memblokir sekitar 33.252 rekening berdasarkan kiriman data resmi dari kementerian yang membidangi urusan komunikasi dan digital.

Pihak perbankan juga diwajibkan melakukan langkah penutupan pada akun rekening yang memiliki kesesuaian data Nomor Identitas Kependudukan serta menerapkan sistem pemeriksaan mendalam.

Laju pertumbuhan pembiayaan di sektor konsumsi dinilai berjalan selaras dengan pencapaian angka pertumbuhan ekonomi nasional pada periode triwulan I/2026.

Di tengah situasi geopolitik dunia yang bergejolak, kondisi perekonomian dalam negeri dianggap tetap memiliki daya tarik yang kuat berkat sokongan aktivitas konsumsi domestik.

Peningkatan jumlah permintaan pinjaman konsumsi ini juga terjadi bersamaan dengan momentum naiknya tingkat belanja masyarakat pada saat perayaan bulan Ramadan serta hari raya Idulfitri.

Tingginya permintaan modal ini juga terus diimbangi dengan langkah proteksi bagi warga dari bahaya aksi penipuan pembiayaan serta upaya penindakan praktik ilegal di industri keuangan.

Langkah penguatan kapasitas kelembagaan seperti kebijakan penggabungan usaha antarlembaga keuangan yang sejenis dinilai bakal membuat kondisi industri jasa keuangan menjadi semakin sehat.

Terkini